Kurang Menghargai Uang Rupiah

Medan, 11/3 (www.antarasumut.com).- Petugas pada loket-loket pembayaran rekening perusahaan pemerintah seperti loket telepon, listrik, air minum dan sebagainya, ternyata tidak menghargai uang Rupiah yang dikeluarkan negara.Hal ini jamak terjadi, tapi tidak satu pun konsumen yang dirugikan melaporkannya pada polisi dengan tuduhan penipuan.

Radisah, ibu rumah tangga yang bermukim di Jalan Sutomo Ujung Medan dan bekerja di Jalan Kesawan, Rabu (11/3) membayar rekening listrik di loket di Jalan Mesjid di belakang Kesawan Medan, yang tidak jauh dari tempat kerjanya. Jumlah tagihan yang harus dibayar, seperti tertera dalam rekening tercatat sebesar Rp 50.330. Tapi petugas loket menyebutnya Rp 51.000, sehingga terjadi selisih sebesar Rp 670.

Kebiasaan melakukan pembulatan ke atas dengan merugikan konsumen  itu terjadi pada semua loket pembayaran. Selain melecehkan uang Rupiah yang dikeluarkan negara, ada motif lain yang mendorong petugas loket tidak menyediakan uang pengembalian dalam bentuk recehan. Dilihat dari banyaknya orang yang antri membayar rekening, melalui sistem pembulatan ke atas, diharapkan ada sisa yang bisa masuk kantong.

Bagi nyonya Radisah, uang sisa itu disiapkan untuk membayar ongkos parkir kenderaan bermotor roda dua yang seharusnya dibayar Rp 300 tapi diminta Rp 500 (gopek). Kini ia terpaksa membuka dompetnya lagi untuk bayar parkir, karena sisa uang ditilep petugas loket. “Kalau pun diperkarakan, malah menambah biaya” katanya dengan muka masam. Penjelasannya itu dibenarkan orang-orang lain yang punya urusan sama di tempat tersebut. Maklumlah, uang Rupiah tidak mengenal pecahan sen. (R01MOS/R02MOS)

Bookmark and Share

Artikel ini telah dibaca 11 kali.

Popularity: 3% [?]

Ditulis oleh Ramothu SD. pada 11 March 2009 dan dikategorikan di Daerah. Kamu dapat mengikuti berita kami dengan masuk kedalam RSS 2.0. Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas melalui form dibawah ini

Tinggalkan Komentar