Perusahaan di Sumut Masih Kurangi Jam Kerja

Medan, 9/1 (ANTARA) – Perusahaan di Sumut masih melakukan pengurangan jam atau hari kerja karyawannya untuk menekan biaya operasional di tengah belum pulihnya 100 persen permintaan ekspor dan lokal.

“Meski tren permintaan ekspor dan lokal sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan pada Oktober, November dan Desember 2008, tapi pengusaha masih saja melakukan “wait and see” dengan cara menerapkan pola kerja yang diberlakukan pada Oktober 2008 dimana krisis global mulai berlangsung,” kata pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Ferry Yonawan, di Medan, Jumat.

Sebagian perusahaan masih memberlakukan lima hari kerja dari enam atau bahkan tujuh hari kerja selama in atau tidak lagi membuat kerja lembur atau mengurangi giliran kerja (aplusan).

Bukan hanya jumlah hari atau jam kerja karyawan yang masih belum dinormalkan kembali, tapi karyawan yang dirumahkan sementara juga belum dipanggil kembali sehingga pekerja yang di PHK belum juga mendapat kesempatan bekerja.

“Pengusaha masih mengkhawatirkan dampak negatif krisis global terus berlanjut sehingga harus melakukan antisipasi dengan cara menekan biaya operasional untuk bisa tetap eksis meski permintaan ekspor termasuk dalam negeri menurun,” katanya,
Ferry yang juga pengurus Kadin Sumut itu, mengatakan, tren permintaan yang mulai pulih mulai akhir Desember 2008 dan awal Januari 2009 itu dikhawatirkan bersifat sementara karena berbagai faktor.

“Pengusaha tentu saja senang dengan permintaan yang mulai pulih, tapi tidak mau terlena karena seperti yang diperkirakan justru dampak negatif krisis global itu baru dirasakan pada triwulan pertama 2009 ini,” kata Ferry yang direktur di perusahaan Industri Karet Deli Medan–pabrik ban.

Ketua Kadin Sumut, Irfan Mutyara, mengatakan, Pemprov Sumut harus tetap komitmen dengan langkah-langkah yang akan dijalankan untuk membantu pengusaha menghadapi krisis global.

Kemudahan perizinan, ekspor. mendapatkan kredit dengan suku bunga rendah, dan termasuk perlindungan produk dalam negeri serta membantu peningkatan pemakaian/konsumsi produk lokal harus tetap dijalankan.

“Pengusaha harus tetap dibantu karena selain menyangkut kelangsungan penerimaan devisa lewat ekspor, juga kelangsungan penerimaan pajak dan penyerapan tenaga kerja,” kata Irfan yang pengusaha kebun dan industri kelapa sawit di Sumut itu. ***2***
(T.K-ESR/B/S006/S006) 09-01-2009 18:53:38)

Bookmark and Share

Popularity: 4% [?]

Posted by eva on Jan 9th, 2009 and filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply