Sumut Akan Dapat Tambahan Listrik 113,3 MW

Medan, 18/11 (ANTARA) - Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) akan mendapatkan tambahan listrik sekitar 113,3 Mega Watt (MW) yang berasal dari pengembangan potensi energi terbarukan untuk membantu mengatasi krisis energi di daerah itu.

Kepala Dinas Pertambangan Energi Pemprov Sumut, Washington Tambunan, di Medan, Selasa, mengatakan, pembanguan pembangkit listrik dengan energi terbarukan itu direncanakan dibangun di sembilan kabupaten. Yaitu Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat, Padang Lawas, Labuhan Batu (Rantau Prapat) dan Tapanuli Utara, di mana seluruhnya dilakukan oleh swasta.

Ketika berbicara pada Forum Dialog dan Temu Usaha Dengan Para Pengusaha PMDN dan PMA yang diikuti berbagai kalangan, Washington menyebutkan, dari 113,3 MW yang direncanakan dibangun di Sumut, sebanyak 26,7 MW dijadwalkan sudah terealisasi tahun 2009 dan sebanyak 10 MW lagi pada 2010.

Sedangkan, sisanya masih belum dipastikan karena masih dalam taraf penandatanganan kerjasama (MoU), meski diyakni juga akan segera terealisasi melihat tingginya minat investor berinvestasi di sektor pembangkit listrik itu.

“Penambahan energi itu sangat ditunggu dan pasti menggembirakan mengingat krisis listrik memang harus diatasi untuk meningkatkan sektorr ril dan investasi di Sumut,” kata Washington.

Dia menegaskan, tidak hanya dalam sektor pelistrikan yang terus dibenahi atau ditingkatkan Pemprov Sumut, tapi juga  dalam memenuhi kebutuhan migas.

Di perlistrikan, selain membangun pembangkit dengan sumber energi dari energi terbarukan yang dibangun swasta, PLN juga membangun beberapa pembangkit baru dari uap, gas dan air.

Sedangkan di sektor migas, kata Washington. TAC Pertamina _Asia Petroleum Development akan mengembangkan Blok Glagah Kambuna Medan-Langkat dengan target produksi 104 MMSCFD, dimana pada Januari 2009, produksi pertama sebesar lima MMSCFD disalurkan untuk PLN dan industri.

“Dengan rencana-rencana pembangunan pembangkit dan di sektor migas, maka krisis energi listrik atau defisit 90 MW dewasa ini bisa diatasi dan bahkan bisa memenuhi permintaan/kebutuhan pelanggan lama dan baru yang juga terus naik,” katanya.

Dalam kondisi normal, daya mampu PLN sebanyak 1.185 MW, dimana pada beban puncak kebutuhan energi mencapai 1.275 MW sehingga ketika beban puncak ada defisit 90 MW.

***2***
(T.K-ESR/B/F004/F004) 18-11-2008 18:22:06)

Bookmark and Share

Popularity: 2% [?]

Posted by eva on Nov 18th, 2008 and filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply