Etnis Jawa di Deliserdang Gelar Wayang Kulit

Deli Serdang, 17/1 (antarasumut.com) -Etnis Jawa di Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten  Deliserdang, Sumatera Utara menggelar pertunjukan wayang kulit dalam rangka penutupan malam bulan suro atau dikenal dengan istilah muharraman.

Dari pantauan antarasumut.com, Sabtu  malam, ratusan penonton yang didominasi orang tua itu tampak sangat antusias menikmati acara wayang kulit tersebut. Kegiatan yang tampak mulai jarang dilaksanakan etnis Jawa di Sumatera Utara ini juga cukup menarik perhatian kalangan anak muda.

Para penonton yang dodominasi orang tua itu rela bergadang semalam suntuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang dimulai sejak Sabtu malam pukul 21.30 WIB hingga Minggu (17/1) pagi pukul 05.00 WIB.

Pertunjukan itu sendiri dimaksudkan sebagai penanda berakhirnya bulan yang dianggap penting oleh masyarakat Jawa, yakni melepas Bulan Suro atau Muharram sebagai bulan pertama pada penanggalan kalender Islam (Hijriyah).

Seorang warga, Tugiman, mengaku senang menyaksikan wayang kulit karena merupakan hal langka disaksikan dewasa ini.

“Untuk itu saya sengaja datang bersama keluarga untuk melihat wayang kulit ini,” kata Tugiman. S03MOS/R02MOS

Bookmark and Share

Artikel ini telah dibaca 84 kali.

Popularity: 1% [?]

Ditulis oleh septianda pada 17 January 2010 dan dikategorikan di Berita Sumut, Budaya, Daerah, Pariwisata. Kamu dapat mengikuti berita kami dengan masuk kedalam RSS 2.0. Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas melalui form dibawah ini

1 Respon untuk “Etnis Jawa di Deliserdang Gelar Wayang Kulit”

  1. lihat orag jawa medan. mrk merantau tetapi masih mempunyai jati diri. masih terdapat wayang. jadi di malaysia, yang mencari makan melalui kebudayaan, bisa full time. tidak perlu kerja lain. kerana kerajaan malaysia memang menggalakkan penggiat seni budaya harus di beri event tiap-tiap minggu. daftar dengan kementerian, jadi menteri akan membagi-bagikan panggung mana yang harus di isi siapa. programnya apa. di adakan istana budaya. laman seni. sebenarnya tidak ada malaysia “mencuri budaya”. kerana org indonesia yang merantau ke malaysia semua menurunkan ilmu budaya pada anak cucu. seperti dato’ rais yatim, menteri kebudayaannya sgt bagus. dan memng ” sdh ada sejak di bangku sekolah “giat budaya”.minang jadi melayu, bugispun jadi melayu, jawapun jadi melayu, baweanpun jadi melayu, tetepi merekapun giat dengan hadrah dan tetap menjunjung kebudayaan yang di bawa dari indonesia. di perturunkan ke pada generasi penerus.

Tinggalkan Komentar