Medan, 23/2 (ANTARA) – Direktur Utama PT. Bank Sumatera Utara Gus Irawan mengisyaratkan siap dan ikhlas meninggalkan bank daerah terbaik di Indonesia itu, setelah selama 12 tahun ia mengabdi dan berhasil mengangkat berbagai keberhasilan bank tersebut yang sebelumnya terpuruk.
“Saya ikhlas menyerahkan estafet kepemimpinan setelah tiga periode menjadi Direktur Utama Bank Sumut sejak tahun 2000 dan akan mengakhiri masa jabatan pada Juni 2012,” tegas Gus Irawan yang juga Ketua Umum KONI Sumut dalam perbincangan khusus di Medan, Kamis (23/2).
Gus yang disebut-sebut cukup banyak mendapat dukungan dari masyarakat dan memiliki peluang besar untuk menjadi Gubernur Sumut 2013-2018, tidak menampik ketika ditanya tidak ingin lagi masa jabatannya diperpanjang sebagai Dirut Bank Sumut karena akan fokus mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumut.
Selama 12 tahun menjabat Dirut Bank Sumut, Gus (panggilan akrab Gus Irawan) meraih prestasi yang dinilai luar biasa seperti penambahan asset dari sebelumnya sekitar Rp 1 triliun meningkat kini menjadi lebih dari Rp 19 triliun dan membuka ratusan kantor cabang dan pembantu.
Ia teringat pernah diwawancarai pewarta dari salah satu majalah yang meminta menjawab spontan pertanyaan jika ingin bertemu dengan pemimpin dunia dan ia minta ketemu dengan Presiden Libya Moamar Khadafy ketika belum digulingkan oleh rakyatnya.
Alasannya Khadafy sudah lama memimpin Libya, tetapi sudah terlalu lama rakyatnya tidak suka lagi.Itulah ibaratnya. “Jadi, saya yang sudah tiga periode atau 12 tahun menjadi Dirut ikhlas setelah lama membenahi Bank Sumut,” tutur Gus Irawan yang mencatat sejarah Dirut Bank Sumut termuda ketika diangkat berumur 36 tahun.
Berbagai kalangan menilai, keputusan yang diambil Gus Irawan tidak lagi ingin diperpanjang masa jabatan sebagai Dirut Bank Sumut sangat tepat pada saat bank tersebut harum dan sebagai salah satu bank yang masuk “Sepuluh Besar” bank terbaik di Indonesia. ***2***
(T.S015/B/M034/M034)

0 Comments
You can be the first one to leave a comment.