Harga Ekspor KakaoTertekan

         Medan, 5/3 (ANTARA) – Harga kakao di pasar internasional terus tertekan atau tinggal 2,65 dolar AS per kg dari sebelumnya sempat sekitar 3 dolar AS per kg akibat aksi spekulan.

        “Akibat harga ekspor yang tertekan, harga di pasar lokal juga ikut tertekan atau tinggal Rp22.500 per kg,” kata eksportir berbagai komoditas, Suryo Pranoto, di Medan, Jumat.

        Presdir PT Sarimakmur Tunggal Mandiri itu mengatakan, aksi spekulan itu diduga dilakukan karena melihat harga kakao di pasar internasional yang tren menguat.

        Sebenarnya harga kakao bisa terus menguat lagi karena kebutuhan atau permintaan di pasar masih sangat besar ditengah produksi yang tetap saja ketat.

        Permintaan yang tinggi karena industri pengolahan kakao mulai eksis kembali setelah dampak krisis global semakin bisa diatasi berbagai negara.

        Sementara pasokan ketat terjadi karena produksi di negara penghasil termasuk Indonesia belum maksimal akibat faktor cuaca.

        Kepala BPS Sumut, Alimuddin Sidabalok, mengatakan, pada Januari 2010, nilai ekspor kakao mengalami penurunan 22,91 persen dibandingkan posisi Desember 2009 atau tinggal 20,410 juta dolar AS.

        Menurut informasi, nilai yang turun itu akibat harga jual yang tertekan, katanya.

        Tetapi dibandingkan Januari 2009 yang hanya 12,379 juta dolar AS, nilai ekspor kakao Sumut yang sebesar 20,410 juta dolar AS di Januari 2010 mengalami kenaikan cukup besar atau 64,88 persen.***2***

(T.E016/B/S015/S015) 05-03-2010 08:53:58

Bookmark and Share

Artikel ini telah dibaca 17 kali.

Popularity: 1% [?]

Posted by eva on Mar 5th, 2010 and filed under Berita Sumut, Daerah, Ekonomi dan Bisnis. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply