Medan, 31/1 (www.antarasumut.com) - Bagi mereka yang baru mendengar jenis minuman segar bernama “toge”, wajar kalau penasaran. Apakah sama dengan toge yang biasa terselip di goreng-gorengan tepi jalan, tapi api apa enaknya toge dibuat minuman. Penasarankan?
Minuman toge sebenarnya tidak ada kaitan dengan jenis sayuran yang berasal dari kecambah kacang hijau itu. Minuman toge berasal dari panyabungan yang hampir mirip dengan cendol yang dikenal masyarakat Jawa.
Toge panyabungan yang merupakan kebanggaan masyarakat Panyabungan, Mandailing Natal itu juga sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Medan yang multi etnis. Segarnya toge mampu memikat selera lidah siap saja.
Minuman toge punya Komposisi yang bisa disebut cukup meriah karena di dalamnya terdapat kue lupis, pulut putih, candil, bubur, tape, dan cendol yang berbahan tepung beras. Semuanya dicampur jadi satu mirip dengan masyarakat Sumut yang majemuk.
Bagi yang penasaran ingin menikmati segarnya toge datang saja kawasan Jalan Letda Sujono tepatnya di tepi jalan terdapat gerobak toge milik Tuti yang selalu ramai dipadati pengunjung. Meski dijajakan di tepi jalan, soal rasa tidak perlu khawatir, pokoknya “mak nyos”. Rasa segar dan nikmat itu lahir berkat celupan santan dan gula merah asli yang dipesan langsung dari Maga, Tapsel. Harganya pun relatif murah, cukup mengeluarkan uang RP 5.000 per mangkuk sudah dibuat puas.
“Saya sering kesini, selain rasanya enak juga menjadi unik karena “khalak mandailing juga memanfaatkannya untuk saling ketemu,”ujar salah satu pengunjung, Ummi Thirva Lubis kepada antarasumut.com, Sabtu.
Pengusaha toge panyabungan berlokasi di Jalan Letda Sujono Medan, Tuti Lubis mengatakan, usaha tersebut sudah dilakoninya selama tujuh tahun.
Tidak hanya melayani para pembeli biasa, ia juga sering mendapat pesanan untuk acara pernikahan dan seminar, terlebih jika acara tersebut bersinggungan dengan urusan ‘Tapanuli’.
“Pembelinya cukup banyak, bahkan sering juga dipesan untuk acara nikah dan seminar, apalagi kalau kegiatan-kegiatan warga Tapanuli di Medan,”tandasnya bersemangat.(S02MOS/R02MOS)
Popularity: 9% [?]
makasih.. saya juga orang panyabungan, dah suka sekali dengan makanan toge
makasih.. saya juga orang panyabungan, dah suka sekali dengan makanan toge. izin masang artikelnya di blog saya. terima kasih.
Bagus juga kalau TOPE PANYABUNGAN dipromosikan lewat media internet seperti ini.
Penulis buku 40 HARI DI TANAH SUCI
terima kasih atas infonya, saya ingin memulai usaha minuman dikota RENGAT, minta masukannya donk……………
deges madai di promosion melalui internet……..tapi membaen iba malungun mulang tu kampung…..apalagi di jakarta agak susah menjalakina
iya……….. udah kgn juga ne mo mencicipi TOGE panyabungan, soal y dah lama gak ngerasaen, maklum…. jauh dari kampung halaman, mendengar TOGE panyabungan teringat ke kampung halaman ! kpn juga plkm tahun ne………………insya ALLAH kalo da rezeki !
horas tondi madingin !
gvbvvvvvvvvvvvvvvvv
imada so dor ita mulak kampung,jadi les tarpangan ma panganon na tabo sian mandailing godangi.Buat dongan – dongan sasudena,horas tondi madingin.