6 Balita Tewas Terpanggang di Tapsel

Medan, 5/8 (www.antarasumut.com).- Sebanyak 6 balita tewas terpanggang ketika rumah yang mereka huni di Dusun Aek Sebatang Menek, Desa Rianiate, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, ludes terbakar Sabtu (1/8) sekitar pukul 17.30 WIB. Harian SKALA INDONESIA terbitan Rabu (5/8) menempatkan berita duka itu sebagai headline halaman pertama.

Rumah dengan ukuran 5 x 6 meter yang terbuat dari dinding papan itu dihuni pasangan suami isteri Elipati Laia dengan Arina bersama dengan dua orang anaknya, serta pasangan suami isteri Fatolosa Laia  dengan Iberia Zebua dengan 4 orang anaknya. Keenam anak itu masih berusia di bawah lima tahun.

Kedua pasangan suami isteri itu sejak pagi bekerja di ladang, dan anak-anak tersebut dititipkan pada nenek mereka yang juga tinggal di rumah tersebut. Sore hari nenek tersebut memasak makanan untuk ternak piaraan di dapur rumah. Tapi karena kekurangan kayu, nenek tersebut mencari tambahan kayu, dengan mengunci  rumah. Sayangnya nenek lupa memadamkan api yang membara di tungku dapur.

Ketika kembali ke rumah yang terletak di lereng Pegunungan Bukit Barisan itu, nenek kaget melihat rumah diselimuti asap. Ia berusaha memadamkan api, namun tidak mampu karena sudah tua dan sumber air juga tidak ada. Ia menjerit histeris mengetahui cucu-cucunya terkurung dalam rumah. Jarak rumah tersebut dengan perkampungan penduduk sekitar 4 km dengan medan yang berbukit dan jurang terjal.

Dengan kepayahan nenek tersebut menjeput anak dan menantunya di ladang. Mendengar kabar tersebut, kedua pasangan suami isteri itu segera berlari ke rumah, akan tetapi rumah sudah rata dengan tanah. Keenam anak-anak yang terkurung dalam rumah tersebut sudah menghitam menjadi arang. Kedua pasangan suami isteri itu shock, mereka tidak menyangka anak-anak itu tewas terbakar dalam rumah. (R01MOS).-

Bookmark and Share

Artikel ini telah dibaca 35 kali.

Popularity: 2% [?]

Posted by Ramothu SD. on Aug 5th, 2009 and filed under Media Rekan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply