Labuhanbatu, 23/3 (www.antarasumut.com)- Bagi warga Dusun Gariang, Desa Janji Kecamatan Bilah Barat Labuhanbatu, listrik adalah barang mewah yang tak tersentuh. Sejak dusun ini dibuka tepatnya tahun 1958, sekitar 25 kepala keluarga (KK) yang tinggal di situ masih menggunakan lampu minyak untuk penerangan rumahnya di malam hari.
Padahal di dusun sebelah, penerangan listrik telah tersedia. Pembangunan yang terkesan timpang ini membuat warga merasa dianaktirikan.
Salah seorang tokoh masyarakat, Amri Nasution (60) seperti dikutip Harian Global, senin (23/3) mengungkapkan, warga Gariang telah berulangkali menyampaikan permohonan, baik lisan maupun tertulis, tapi sejauh ini belum mendapat tanggapan.
Mirisnya jarak, Dusun Gariang dengan Kota Rantauprapat hanya sekitar 2 kilometer, malah dengan rumah bupati dan Kantor Besar PLN bisa disebut hanya hitungan “jengkal”. Lho kok? (R02MOS)
Popularity: 2% [?]