Medan, 3/7 (www.antarasumut.com).- Sebanyak lima unit jembatan rangka besi baja, yang dibangun dengan menelan biaya bermilyar Rupiah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, beberapa komponennya dipreteli maling, sehingga sangat membahayakan jika jembatan itu dilintasi kenderaan berat. Demikian diberitakan HARIAN BERSAMA terbitan Jumat (3/7) pada rubrik “Ragam” halaman-5.
Jembatan yang dicopoti baut pengikat tiang-tiang rangka itu, berada di dua lokasi yakni kawasan industri Labuan Angin, Desa Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli dan kemudian di Desa Rumpa, Kecamatan Sitahuis. Kadis PU Pamkab Tapteng, Marungkup Lumban Tobing dalam laporannya mengatakan, perbuatan jahil orang tak dikenal itu sudah dilaporkan pada Polres Tapteng dan pihak PLTU Labuan Angin.
Marungkup memperkirakan, aksi sabotase tersebut dipercaya belum lama terjadi dan dilakukan pada malam hari. Perbuatan tersebut dilakukan orang-orang ahli, karena untuk membuka baut pengikat jembatan harus memiliki keahlian dengan kunci khusus, dan bukan kunci sembarangan.
Sementara menunggu perbaikan, Dinas PU memasang plank pada dua sisi jembatan, agar pengguna jalan terutama truk bermuatan berat berhati-hati dan mengurangi beban muatannya hingga 10 ton. Penyangga jembatan mengalami pergeseran sekitar 3 mm dan hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ambruknya jembatan. Diduga pencuri menjual baut besi itu ke tukang botot. (R01MOS).-
Popularity: 2% [?]