Medan, 4/1 (ANTARA) - Pengamat Pendidikan Sumatera Utara (USU), Zulnaidi Mhum, mengatakan, masih banyak guru belum profesional yang dibuktikan dengan masih sedikitnya guru yang berkualifikasi S-1.
“Saat ini masih banyak guru yang belum profesional, ini dibuktikan dengan masih sedikitnya guru yang memiliki kualifikasi pendidikan sarjana S-1 atau belum mencapai 50 persen, padahal kualifikasi pendidikan akademik guru saat ini minimal harus S-1 atau diploma IV,” katanya di Medan, Sabtu.
Dewasa ini dari 176.589 guru yang ada di Sumut baru sekitar 42 persen atau 74.167 yang bergelar S-1 (strata-1). Berdasarkan UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, keprofesionalan seorang guru juga diukur berdasarkan tingkat pendidikan guru bersangkutan.
Menurut dia, banyaknya guru yang belum profesional juga dibuktikan dengan masih banyak guru yang hanya puas dengan kondisi dan kemampuan yang dimilikinya saat ini, sehingga selama ini mereka mengajar hanya berdasarkan ilmu yang diketahuinya tanpa upaya untuk menambah dan mengembangkannya.
Sedangkan terhadap upaya peningkatan profesionalisme guru melalui program sertifikasi yang dirancang pemerintah, menurut dia, penilaiannya juga belum memberi perubahan signifikan karena program tersebut hanya berdasarkan penilaian portofolio.
“Sertifikasi belum menjadikan guru profesional, karena yang terjadi sekarang guru hanya sibuk mengumpulkan sertifikat atau berkas berkas. Kalau hanya itu mana bisa meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru,” katanya.
Begitupun ia mengakui, pada dasarnya tujuan sertifikasi itu baik, hanya saja pelaksanaannya harus dirubah agar wawasan para guru terus bertambah dan diperbaharui.
“Jadi yang sebaiknya dilakukan adalah memberikan pendidikan dan pelatihan reguler dalam waktu yang lebih lama. Pemberian diklat atau pelatihan reguler lebih baik dari pada portofolio,” katanya.
Pengamat pendidikan Sumatera Utara,Prof. Nur Ahmad Fadhil Lubis, mengatakan, kualifikasi pendidikan sudah merupakan ketentuan yang harus dipenuhi oleh seorang guru.
“Pendidikan S-1 itu sudah merupakan suatu keharusan karena tidak mungkin lagi saat ini guru mengajar hanya dengan kemampuan SMA, sementara kebutuhan mutu pendidikan terus meningkat,” katanya.***3***
(T.PK-JRD/B/Z002/Z002) 04-01-2009 07:09:26)
Popularity: 5% [?]