Medan, 11/11 (ANTARA) - Sekitar seribuan massa dari tujuh organisasi buruh yang tergabung dalam Dewan Buruh Sumatera Utara menyatakan penolakan mereka atas Surat Keputusan Bersama Empat Menteri Nomor 49 Tahun 2008 karena dinilai hanya mencederai para buruh dan hanya menguntungkan para pemodal.
Penolakan itu mereka sampaikan dalam aksi yang mereka gelar di halaman gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa. Pada kesempatan itu mereka juga mengusung spanduk dan poster-poster yang pada intinya berisi penolakan mereka atas SKB Empat Menteri tersebut.
Perwakilan organisasi buruh dalam pernyataan sikapnya mengatakan, SKB Empat Menteri merupakan bukti ketidakberpihakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla kepada kalangan buruh di Indonesia.
Menurut mereka, SKB Empat Menteri yang dikatakan pemerintah untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen hanya akan menyengsarakan kaum buruh. Alasan pemerintah tersebut dinilai berseberangan dengan program kesejahteraan rakyat.
Pada bagian lain pernyataan sikapnya massa buruh juga menilai SKB Empat Menteri hanya bertujuan memindahkan beban krisis ke pundak kaum pekerja dan buruh, karena membiarkan mekanisme penetapan upah ditentukan oleh kehendak pasar (bipartit) dengan alasan menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain itu, Dewan Buruh Sumut berpendapat SKB Empat Menteri bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
“Isi SKB berdampak semakin terpuruknya penghasilan buruh, sebab posisi tawar buruh terhadap pengusaha dalam menentukan besaran upah sangat rendah. Jadi kami minta SKB itu segera dicabut,” ujar Pahala Napitupulu, salah seorang pengunjukrasa.
Pada kesempatan itu Dewan Buruh Sumut memberikan solusi kepada pemerintah dengan menurunkan harga BBM baik untuk kebutuhan industri maupun konsumsi, menaikkan upah buruh serta menghapus tarif ekspor dan menaikkan tarif impor.
Dalam aksinya massa sempat diterima Wakil Ketua DPRD Sumut Japorman Saragih, Ketua Komisi E DPRD Sumut Rafriandi Nasution dan anggota Komsi E Syukran J.Tanjung, B. Rajagukguk, AH Harahap dan MK Kasuda.
Hanya sesaat menemui massa, para wakil rakyat itu kemudian meninggalkan kerumunan massa, menyusul kata-kata tidak sedap yang terlontar dari mulut para pengunjukrasa.
Pada kesempatan itu juga sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan aparat keamanan dan menyebabkan sebagian pagar gedung dewan roboh.
***3***
(T.R014/B/M034/C/M034) 11-11-2008 16:44:11)
Popularity: 2% [?]