Tanjungpura, Sumut, 31/12 (ANTARA) - Sebanyak 19 dari 25 korban luka-luka dalam peristiwa ambruknya Gedung Nasional Tanjung Pura di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga Kamis masih dirawat di rumah sakit setempat.
Para korban yang dirawat diantaranya karena mengalami patah tulang atau menderita luka serius.
Bagian atap Gedung Nasional Tanjung Pura tersebut ambruk ketika tengah berlangsung festival lagu daerah dan pameran seni budaya se-Kabupaten Langkat yang disaksikan sekitar 200-an pengunjung, Senin (28/12) malam.
Ke-19 korban yang masih dirawat di RSU Tanjung Pura masing-masing Padlan Syah (4 thn), Arifin (26), Dani (19), Putri Maharani (17), Arba (21), Sri Elisa (18), Sahniar (37), Razma (40) dan Salbiah (52).
Kemudian Nopi (13), Liza (41), Vera ( 9 thn), Ai (2 thn), Aulan (5 thn), Mat Lesi (19), Ridha Oktaviani (46), Rani (13), Ela (14) dan Lasmauli (34).
Enam korban lain sudah diperbolehkan pulang dan hanya harus menjalani rawat jalan.
Nur Asmal, ibu dari Arba, ketika ditemui di RSU Tanjung Pura mengatakan anaknya harus mendapatkan delapan jahitan di kepalanya.
“Kepalanya sempat dihantam kayu broti yang cukup besar. Arba terkapar di lantai dan sempat tidak sadarkan diri,” katanya.
Ia tidak menduga sama sekali anaknya Arba akan ikut menjadi korban pada malam naas itu, apalagi pada saat itu tengah berlangsung lomba lagu daerah yang disaksikan ratusan penonton.
“Alhamdulillah anak saya selamat. Alhamdulillah juga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya. ***4***
(T.M034/C/R014/R014) 31-12-2009 12:01:29
Popularity: 1% [?]