Anak Harimau Sumatera Belum Bisa Diperlihatkan
Medan, 14/1 (antarasumut.com) – Pihak Kebun Binatang Medan (KBM) sampai saat ini belum bisa memperlihatkan dua ekor anak harimau Sumatera berkelamin jantan dan betina yang masih berumur tiga bulan kepada masyarakat.
Dokter Hewan KBM, Sucitriawan kepada antarasumut.com, di Medan, Kamis, mengatakan, kedua ekor anak harimau yang lahir pada tanggal 25 Oktober 2009 lalu itu belum bisa diperlihatkan kepada pengunjung karena hal itu bisa mengganggu kesehatan induk dan kedua bayi harimau Sumatera tersebut.
“Kami juga belum berani mendekat, saat ini kami hanya memantau perkembangan induk dan anaknya dari luar kandangnya saja,” katanya.
Sucitriawan mengatakan, umumnya anak harimau Sumatera itu menyusui sekitar lima atau enam bulan, dan selama itu keadaan induk harimau tidak boleh terganggu oleh manusia.
Setiap harinya, tim dokter hewan dan penjaga satwa mengecek kondisi kesehatan dan kebersihan disekitar kandang harimau Sumatera itu. “Termasuk memberikan makan dan merawat induknya,” katanya.
Ia minta kepada masyarakat yang ingin melihat anak harimau Sumatera itu untuk tetap bersabar karena pihaknya berencana akan memperkenalkan secara langsung kepada pengunjung.
Pihaknya terus melakukan pembenahan dengan ditambahnya beberapa fasilitas serta menjaga kebersihan, keamanan, pemangkasan rumput dan pembenahan kandang serta penambahan wahana permainan seperti out bond, paint ball, danau buatan, dan pentas hiburan.
Saat ini KBM Medan memiliki koleksi sekitar 36 spesies hewan dari berbagai jenis unggas dan mamalia. ( S03MOS/R02MOS)
Artikel ini telah dibaca 46 kali.
Popularity: 1% [?]
Ditulis oleh
septianda
pada 14 January 2010 dan dikategorikan di
Berita Terkini,
Pariwisata.
Kamu dapat mengikuti berita kami dengan masuk kedalam
RSS 2.0.
Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas melalui form dibawah ini
misalnya pentas hiburan di kebun binatng, setiap minggu dapat kebudayaan melayu di hidupkan. dengn penggit seni yang silih berganti, setiap minggu, di mulai dari tempat yang kecil, perlahn, kebun binatang dapat menjadi tempat ikon budaya melayu. kalau ada panggung, tetapi di biarkan kosong. bagaimana mau menghidupkan seni budaya melayu.,. melayu harus jangan malas lagi. di malaysia melayu dulu malas. kini tidak lagi. ekonomi keluargapun di jaga. jadi tidak menyalahkan kerajaan. kalau berpeluk tubuh, megah makan gaji dengan bangsa asing, habislah budayanya.