Warga Wonogiri Menduga Masih Ada Harimau Jawa

          Wonogiri, 8/2 (ANTARA) – Sejumlah warga sekitar Gunung Kotak, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menduga harimau Jawa (panthera tigris sundaica) yang selama ini dinyatakan punah, masih ada di kawasan perbatasan dengan Ponogoro, Jawa Timur itu.

         Seorang warga RT 04/RW 05 Dukuh Growong, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Pomo (55), di Wonogiri, Senin, mengaku, pernah melihat bekas telapak kaki harimau sebesar tangannya yang diduga jenis harimau Jawa.

         Warga setempat menyebut harimau Jawa sebagai “macan gembong”
    Informasi tentang kepunahan harimau Jawa memang nampaknya masih simpang siur. Penelusuran di internet tentang kepunahan harimau Jawa antara lain pada era 1980-an.
    Masyarakat setempat, katanya, hingga saat ini masih yakin bahwa jenis harimau Jawa dengan bulu bergaris warna kuning hitam itu masih ada meskipun mereka sudah jarang menjumpainya.

         Ia menyatakan memperkirakan Gunung Kotak yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat tinggalnya, sebagai sarang harimau Jawa.

         “Saya bersama istri, saat pulang dari warung di Desa Ploso pada Bulan Desember 2009, menemukan telapak kaki harimau berukuran besar,” katanya.

         Ia mengatakan, seorang warga setempat juga menemukan kotoran harimau di sekitar Gua Watu Ondo yang terletak di kawasan yang lebih tinggi dari pedukunan itu.

         Ia mengatakan, di Gunung Kotak hingga saat ini terdapat dua jenis harimau yakni harimau tutul dan gembong.

         Harimau tutul, katanya, masih sering terlihat berkeliaran di kawasan pedukuhan itu.

         Warga setempat, katanya, masih sering melihat harimau tutul namun jarang melihat langsung harimau Jawa.

         Ia mengatakan, harimau itu tidak pernah mengganggu warga setempat.

         Seorang warga lainnya, Yanto (35), mengatakan, harimau Jawa di kawasan itu sudah sulit ditemukan meskipun diyakini warga bahwa jenis harimau itu masih ada.

         Sejumlah warga setempat, katanya, beberapa bulan lalu sempat melihat langsung harimau yang diduga jenis harimau Jawa bersama tiga anaknya.

         “Warga sering mencari rumput untuk ternaknya di sekitar Gunung Kotak dan melihat harimau. Tapi tidak jelas, harimau itu jenis apa,” katanya.

         Kepala Lingkungan Mijil, Kelurahan Kismantoro, Tarto, mengatakan, hingga saat ini masih ada beberapa ekor harimau di kawasan Gunung Kotak.

         Harimau tutul, katanya, masih sering dijumpai warga setempat sedangkan harimau Jawa sudah sulit ditemukan.

         “Beberapa warga di sini mengatakan kalau harimau Jawa masih ada,” katanya.

         Seorang warga RT 02/RW 08 Dusun Kopen, Kecamatan Kismantoro, Edy Sutarmun, mengaku, dirinya pernah menelusuri keberadaan harimau Jawa di kawasan itu.

         Gua Watu Ondo di Gunung Kotak, katanya, diperkirakan menjadi sarang harimau Jawa.

         “Sebulan sebelum Bulan Sura (Kalender Jawa,Red.) lalu, saya menemukan jejak kaki harimau Jawa dan kotorannya di sekitar Gua Watu Ondo di desa itu,” kata Edy.

         Sejumlah warga sekitar, katanya, juga pernah melihat harimau Jawa itu sedang berdiri di batu sekitar lokasi tersebut.

         Bahkan, katanya, warga sempat melihat tiga ekor anak harimau bersama induknya sedang berjemur di atas batu di lokasi itu.

         
(U.K-BDM/A/M029/M029) 08-02-2010 17:47:07

Bookmark and Share

Artikel ini telah dibaca 98 kali.

Popularity: 1% [?]

Ditulis oleh ANTARA Sumut pada 8 February 2010 dan dikategorikan di Lingkungan. Kamu dapat mengikuti berita kami dengan masuk kedalam RSS 2.0. Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas melalui form dibawah ini

Tinggalkan Komentar