Jakarta (ANTARA News) – Hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis di Jakarta, Minggu, menyebutkan bahwa tingkat kepuasan publik atas Partai Demokrat menurun.
Hasil survei LSI pada Januari 2012 menyebutkan Demokrat memperoleh suara 13,7 persen dari reponden atau hanya menduduki urutan ketiga setelah Partai Golkar (18,9 persen) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak 14,2 persen, kata peneliti senior LSI Barkah Pattimahu kepada wartawan.
Menurut Barkah, penurunan suara Demokrat tersebut merupakan pertama kalinya sejak 2009. Hasil suara pada Pemilu 2009 bahwa Partai Demokrat memperoleh suara 20,85 persen, Golkar (14,45 persen) dan PDIP (14,03 persen).
Survei LSI dilakukan pada 21 Januari-2 Februari 2012 di 33 provinsi dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode yang digunakan multistage randon sampling berupa wawancara tatap muka responden dan menggunakan kuesioner, serta margin error sekitar 2,9 persen.
Survei juga dilengkapi dengan Fokus Grup Discussion (FGD) di 7 ibukota provinsi dan analisis kualitatif.
Barkah menambahkan, hasil survei LSI pada Juni 2011 menyebutkan Golkar memperoleh suara 17,9 persen atau mengungguli suara Demokrat yanga hanya mendapat 15,5 persen. Survei LSI pada Oktober 2011 menunjukkan hal yang sama bahwa Golkar memperoleh suara 18,2 persen, sedangkan Demokrat hanya 16,5 persen.
“Ini warning LSI kepada Demokrat. Jika pimpinan Demokrat masih saja melakukan respon ‘too little and too late’, Demokrat dikhawatirkan akan kembali menjadi partai papan tengah,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Barkah, survei menjadi “lampu kuning” bagi Demokrat untuk segera meningkatkan persepsi publik, antara lain merespon penyelesaian isu kasus korupsi, seperti kasus Wisma Atlet.
“Jika publik semakin tak puas dengan cara Demokrat merespon kasus Wisma Atlet, maka dukungan responden atas Demokrat akan semakin menurun atau diperkirakan di bawah 10 persen,” katanya.
Barkah mengatakan, kasus Wisma Atlet memang bukan satu-satunya variabel yang membuat Demokrat menurun. “Demokrat sangat lekat sekali dengan citra SBY. Turun naik pamor SBY juga mempengaruhi publik atas Demokrat,” katanya.(*)
Editor: Ruslan Burhani

0 Comments
You can be the first one to leave a comment.