Rupiah Turun 45 Poin

Jakarta, 16/2 (ANTARA) - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin pagi turun mendekati angka Rp11.900 per dolar AS menjadi Rp11.895/11.905 dibanding penutupan hari sebelumnya Rp11.850/11.875 atau turun 45 poin.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, mengatakan, pasar masih tetap menekan rupiah sehingga mata uang Indonesia terus terpuruk mendekati angka Rp11.900 per dolar.

“Kami memperkirakan rupiah akan kembali terkoreksi karena minat beli terhadap dolar AS masih tetap tinggi, ” ucapnya.

Menurut dia, pelaku pasar membeli dolar AS, karena mata uang asing itu sudah diperoleh akibat makin berkurangnya dolar itu di pasar domestik.

Hal ini disebabkan banyak investor asing yang menarik dananya yang ditempat di pasar domestik dialihkan ke tempat lainnya misalnya ke negara yang membutuhkan dolar dalam jumlah besar, ” katanya.

Faktor lainnya yang terus menekan rupiah, lanjut dia, merosot kinerja ekspor Indonesia pada awal tahun ini dibanding awal tahun sebelumnya.

Selain itu juga cadangan devisa Bank Indonesia yang makin terkuras dari 58 miliar dolar AS menjadi 51 miliar dolar AS, tuturnya.

Membaiknya dolar di pasar domestik, menurut dia tidak sejalan dengan kondisi Amerika Serikat yang dilanda krisis keuangan sehingga pertumbuhan ekonomi makin melambat.

Amerika Serikat membutuhkan dolar dalam jumlah besar, karena itu pemerintah membuat paket stimulus sebesar 787 miliar dolar untuk memicu ekonomi tumbuh dengan baik, katanya.

Namun rupiah diperkirakan akan membaik, karena dengan adanya pelaksanaan pemilihan umum yang berjalan sukses mendorong pelaku asing masuk ke pasar domestik.

Karena dana yang parkir di luar itu banyak dimiliki para investor lokal yang ditempatkan di sana, setelah pemilu berjalan dengan rencana mereka kembali menarik dananya untuk ditempat di dalam negeri.

“Itu uang kita sendiri yang diparkir sementara menunggu kepastian dari politik dan sebagainya. Jadi sangat penting pemilu ini aman, bagi kepentingan kita semua dan kita harapkan kuartal IV seperti tahun 2004 itu akan terjadi lagi itu, berarti rupiah akan menguat lagi,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan arus dana masuk yang akan mendukung cadangan devisa tersebut semakin kuat bila kabinet yang diumumkan dinilai kredibel.

“Apalagi kabinetnya kredibel, dan apalagi tim ekonomi kredibel, itu kemungkinan sekali arus uang masuk akan terjadi pada kuartal empat, devisa akan masuk ke Indonesia,” katanya.

***2***
(T.C001)
(T.C001/B/A023/A023) 16-02-2009 09:49:44

Bookmark and Share

Artikel ini telah dibaca 1 kali.

Popularity: 2% [?]

Posted by ANTARA Sumut on Feb 16th, 2009 and filed under Peristiwa dan Politik Nasional. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply