Sabtu, 21 Oktober 2017

Kawasan Ekowisata Tangkahan Langkat Padat Pengunjung

| 1910 Views
id Tangkahan, berita sumut, berita langkat, antarasumut, langkat
Kawasan Ekowisata Tangkahan Langkat Padat Pengunjung
Sejumlah wisatawan mancanegara bersama Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) menikmati perjalanan keliling hutan Kawasan hutan wisata Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Antarasumut/septianda)
Langkat, Sumut, 2/1 (Antara) - Kawasan ekowisata Tangkahan yang berada di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dipadati pengunjung selama liburan panjang ini.

"Pengunjung yang memadati lokasi ini datang dari berbagai daerah seperti Medan, Binjai, Deli Serdang, Aceh, guna menikmati kawasan ekowisata itu mulai air terjun, sungai, pemandian gajah, termasuk juga memancing," kata salah seorang warga Rahmad di Tangkahan, Senin.

"Kali ini kunjungan wisatawan nusantara sangat padat, sehingga tidak ada lagi tempat, ini sungguh diluar dugaan karena padatnya pengunjung diperkirakannya mencapai 7.500 orang, sementara tahun lalu diperkirakan hanya 4.500 orang saja," katanya.

"Mereka datang dengan mengenderai sepeda motor, mobil pribadi, bus angkutan umum serta berbagai kenderaan lainnya, malah mereka harus ektra hati-hati agar bisa sampai ketujuan diberbagai kawasan wisata itu bersama keluarganya," katanya.

Rahmad juga menjelaskan kawasan ekowisata Tangkahan itu dikelilingi hamparan hutan rimba yang menyelimuti kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menyimpan ribuan macam flora dan fauna seperti orang utan, gajah, harimau, kedih, serta beberapa jenis burung langka yang dilindungi Kuaw, merak dan enggang.

Di sini juga terdapat flora langka yang tetap dilestarikan seperti bnga bangkai raflesia, selain itu juga air sungai Tangkahan ini snagat jernihbanyak dihuni ikan air tawar seperti jurung, sibarau cancan.

Kawasan ekowisata Tangkahan ini juga menyediakan tempat petualangan yang menantang sepeti tracking, tubing, camping atau ingin menikmati perjalanan dseputar hutan TNGL dnegan menunggang gajah, katanya.

Selain itu para wisatawan disini juga bisa menikmati air panas, air terjun, gua-gua yang memikat yang kesemuanya memanjakan para wisatawan yang berkunjung kemari, seperti liburan sekarang ini.

Nasbah Mufida salah seorang pengunjung yang datang mengatakan sangat padat harus antri berjam-jam untuk bisa menyebaran dengan mempergunakan getek yang ada di sungai Tangkahan itu, akibatnya banyak pengunjung yang tidak sampai kesana.

"Kami tidak bisa menyeberang kekawasan wisata Tangkahan yang dekat dengan air terjun maupun guanya karena padatnya pengunjung sekarang ini yang ingin semuanya masuk, sementara alat penyeberangannya cuman satu getek saja," katanya.

Ia berharap perhatian pemerintah untuk bisa melengkapi berbagai sarana penyeberangan ke kawasan wisata itu seperti jembatan gantung, atau menambah alat penyeberangan berupa getek sehingga wisatawan bisa sampai ke seberang dengan nyaman.

Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017