Kamis, 30 Maret 2017

Kejari Musnahkan Sejumlah Barang Bukti

| 775 Views
id Kejaksaan Gelar Temu Ramah Dan Pemusnahan Barang Bukti
Kejari Musnahkan Sejumlah Barang Bukti
Pj.Walikota H.Zulkarnain dan Kajari H.Fajar Rudi Manurung memuskanhkan barang bukti hasil kejahatan. (antara / dhani)
Banyaknya korban kejahatan Narkoba,Pencabulan terdiri dari anak-anak Pemerintah Kota perlu membangun rumah singgah untuk pembinaan (konseling) anak-anak tersebut,karena mereka dilindungi UU tidak bisa ditahan.
Tebing Tinggi, 17/3 (Antarasumut) - Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi, Sumatera Utara, memusnahkan berbagai barang bukti hasil sitaan dari beberapa kasus yang ditangani dari mulai Juli 2016 hingga Maret 2017.

"Yang dimusnahkan tersebut diantaranya yakni tiga pucuk senjata api jenis Revolver dan Bareta, ganja seberat 2 kg, 248,61 gram shabu, serta dua unit mesin judi jenis ketangkasan," kata Kajari Tebing Tinggi Fajar Rudi Manurung di Tebing Tinggi, Jumat.

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa semakin tahun, kasus narkoba di kota itu semangkin meningkat dan untuk menekannya sangat diperlukan peranan Pemkot Tebing Tinggi. 

"Banyak remaja yang masih berstatus sebagai pelajar menjadi korban peredaran narkotika terutama jenis sabu. Karena rata-rata masih dibawah umum pkita tidak bisa menahannya karena mereka dilindungi undang-undang," katanya.

Untuk menyikapi hal tersebut, ia merasa perlu adanya kerjasama yang baik antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan Pemkot Tebing Tinggi, dengan mendirikan rumah singgah yang diperuntukkan bagi anak anak korban narkoba dan kekerasan terhadap anak.

"Seharusnya anak dibawah umur, pelaku pencabulan, jangan langsung dikembalikan kepada orangtuanya, karena hal ini akan mengakibatkan perbuatan dapat terulang kembali. Semestinya anak-anak pelaku pencabulan ini diberikan pembinaan mental, sehingga mereka tidak akan mengulangi kembali perbuatannya," katanya.

Sementara Pj Wali Kota Tebing Tinggi Zulkarnain mengatakan pihaknya bersama-sama dengan Forkompinda akan berupaya mewujudkan dan membuat program rumah singgah tersebut dengan harapan dapat menekan angka kejahatan khusus narkotika dan pencabulan anak. 

"Program tersebut akan dibahas dan nantinya ditampung di P-APBD tahun 2017. Pembangunan rumah singgah memang perlu dilakukan," katanya.

Ia mengatakan, anak dirumah sainggah banyak hal yang bisa diberikan kepada anak-anak korban kekerasan maupun pencabulan, seperti konseling demi mengembalikan mental anak tersebut. 

"Dirumah singgah itu juga, anak-anak bisa dilatih keterampilan untuk menghilangkan pikiran-pikiran negatif," katanya.


Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017