Kamis, 17 Agustus 2017

Stop Diskriminasi Odha dan Narkoba Melalui Olahraga

| 1745 Views
id odha, narkoba
Stop Diskriminasi Odha dan Narkoba Melalui Olahraga
. (Antarasumut/jrd/ist)
Medan, 19/4 (Antarasumut) - Olahraga terbukti mampu menjadi alat untuk pengembangan komunitas dan masyarakat dalam menangani permasalahan sosial. 

"Melalui sepakbola kita bisa meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (Odha) dan mantan pecandu narkoba, mengikis stigma sekaligus memberi edukasi kepada masyarakat," terang Eko Sutiadi, Staff support developmen Program Rumah Cemara Bandung, Selasa (18/4) kemarin di Aula TC Medan Plus, Padang Bulan, Medan dalam acara Pelatihan Pelatih Sepakbola Grassroots 2017.  

Hadir pembicara di acara yang berlangsung 17-18 April itu Restu dari Rumah Cemara dan Eban Totonta Kaban selaku pembina Klinik rehab Medan Plus. 

Eko bilang Rumah Cemara bersama dengan Medan Plus punya mimpi menciptakan Indonesia tanpa stigma, menggunakan olahraga untuk memberikan informasi HIV/AIDS dan narkoba melalui kegiatan-kegiatan olahraga.  

Ia menguraikan grassroots football adalah sepakbola untuk semua anak usia dini tanpa memandang perbedaan usia, warna kulit, kondisi fisik, latar belakang etnis dan agama. "Ini adalah aktivitas menyenangkan oleh semua dan dimana saja," papar Eko.  

Lebih jauh, Robby Hutagalung, Manager Komunikasi Klinik Rehab Narkoba Medan Plus bilang pelatihan pelatih ini diikuti 20 peserta. Peserta terdiri dari para pelatih pemula yang peduli kepada isu HIV/AIDS dan narkoba. 

"Harapannya para pelatih ini akan berpartisipasinya dalam grassroots festival yang akan melibatkan anak-anak," sebutnya.  

Menurut Robby kegiatan untuk anak-anak usia dini ini juga bagian dari strategi perang terhadap bandar narkoba. "Anak kita sudah jadi target para bandar narkoba, kita harus membentengi mereka dengan edukasi yang positif melalui olahraga," terangnya.  

Terakhir robby mengatakan kerjasama antara Rumah Cemara dan Medan Plus ini berangkat dari komitmen bersama untuk melibatkan masyarakat luas dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan menghapus diskriminasi kepada orang dengan HIV/AIDS dan pengguna narkoba.  

"Kita kampanyekan Indonesia tanpa stigma dan menjadi sehat dan peduli," ucapnya.

Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017