Minggu, 25 Juni 2017

Sumut Gandeng Investor China Kembangkan Kawasan Pesisir

| 1391 Views
id Pematangsiantar, Wakil Gubernur, Sumatera Utara, kunjungan kerja, Kota Pematangsiantar
Sumut Gandeng Investor China Kembangkan Kawasan Pesisir
Pematangsiantar, 21/4 - PAPARKAN PROGAM. Wakil Gubernur Sumatera Utara, Brigjen (Purn) Nurhajizah memaparkan program kerja Pemprov untuk pengembangan kawasan pesisir dan Danau Toba di Aula Bappeda Pemkot Pematangsiantar, Jumat. (Foto Antarasumut/rel)
"Selama ini belum dikelola secara maksimal, padahal potensi kekayaan lautnya sangat besar," kata Wakil Gubernur Sumut, Brigjen (Purn) Nurhajizah Marpaung, saat berkunjung di Kota Pematangsiantar, Jumat.
Oleh Waristo
     Pematangsiantar, Sumut, 21/4 (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan menggandeng investor dari Negeri China guna membangun kawasan pesisir pantai, sehingga bernilai ekonomis.
     "Selama ini belum dikelola secara maksimal, padahal potensi kekayaan lautnya sangat besar," kata Wakil Gubernur Sumut, Brigjen (Purn) Nurhajizah Marpaung, saat berkunjung di Kota Pematangsiantar, Jumat.
    Kawasan pesisir pantai Barat dan Timur di antaranya meliputi Kepulauan Nias, Kota Sibolga, Kabupaten Serdang Bedagai, Tanjung Balai, Batubara, dan Labuhan Batu.
     Sumatera Utara kata Wakil Gubernur, membutuhkan investor dalam berbagai jenis usaha lainnya, termasuk investor untuk pengelola pabrik kopi, karena kopi asal Sidikalang dan Lintongnihuta terkenal di Eropa.
     Mulai tahun 2017, investor China berinvestasi sebesar Rp58 triliun untuk membangun pesisir pantai Nias yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota, yang fokusnya pengembangan pada sektor pariwisata dengan membangun lapangan terbang, hotel dan fasilitas lainnya bertaraf internasional. 
     "Estimasinya, Nias akan dikunjungi sedikitnya 1.000 wisatawan asing per hari, jika pembangunan infrastrukturnya sudah selesai," kata Wakil Gubernur Sumut.
     Wakil Gubernur Sumut juga menyampaikan berbagai hal prioritas pembangunan perekonomian Sumatera Utara yang jauh tertinggal dari daerah-daerah di Pulau Jawa. 

Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017