Senin, 25 September 2017

Akibat Sengketa Siswa Taman Siswa Langkat Belajar Di teras

| 917 Views
id Beeita sumut, sengketa sekolah
Akibat Sengketa Siswa Taman Siswa Langkat Belajar Di teras
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Asep Fathulrahman)
Langkat, Sumut, 12/5 (Antara) - Sengketa hak kepemilikan sekolah Taman Siswa Sawit Seberang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengakibatkan 870 siswa yang ada disekolah tersebut kini harus belajar diteras rumah warga yang berada disekitar tempat itu.

"Para siswa ini harus belajar diteras rumah warga karena sekolah masih digembok," kata salah seorang guru disekolah Taman Siswa Sawit Seberang Langkat Sri Wirdiningsih di Sawit Seberang, Jumat. 

Mereka belajar akibat dari sengketa kepemilikan sekolah tersebut yang terus berlanjut hingga sekarang ini, sehingga mereka belum bisa mengikuti proses belajar mengajar seperti mana biasa padahal sudah dekat waktunya untuk ujian kenaikan kelas, katanya.

Pasalnya satu pihak yang bersengketa masih terus mengunci pintu gerbang sekolah dan belum membukanya, katanya. 

Meski dengan menggunakan alat seadanya dan duduk dilantai para siswa terlihaat serius untuk mengikuti proses belajar mengajar yang dlaksanakan di teras rumah warga itu.

Sri Wirdaningsih mengatakan para guru dan murid terpaksa mmeaakukan proses belajar mengajar karena semakin dekatnya pelaksanaan ujian kenaikan kelas, selain itu juga tak ada lagi tempat untuk kegiatan belajar.

Seperti diketahui sengketa kepemilikan sekolah Taman Siswa Sawit Seberang ini antara kakak beradik Suwarni dan Jumiati.

Dimana kedua belah pihak sudah melakukan proses hukum dengan melakukan gugatan ke pengadilan negeri setempat namun hingga kini proses hukum kepemilikan sekolah belum juga diputuskan.

Pihak Polsek maupun kecamatan setempat juga sudah berupaya untuk melakukan negosiasi agar pihak yang bersengketa bisa membuka pintu gerbang agar proses belajar dapat dilaksanakan , namun upaya inipun tidak membuahkan hasil.

Salah seorang siswi Rani berharap agaar kedua belah pihak bisa lebih mementingkan proses belajar mengajar agar para siswa bisa dan siap untuk mengikuti ujian kenaikan kelas dalam waktu dekat ini.

"Kami hanya berharap agar masing-masing pihak legowo dan tidak mengorbankan sebanyak 870 siswa SMA, SMK, SMP yang ada disekolah itu agar mereka bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan baik," katanya.

Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017