Selasa, 30 Mei 2017

Simulasi Gempa dan Kebakaran

| 470 Views
id Simulasi Gempa dan Kebakaran
Simulasi Gempa dan Kebakaran
Pondok yang terbkar dalam simulasi gempa dan kebakaran (antara / dhani)
Melalui simulasi gladi penanggulangan bencana gempa bumi dan kebakaran, kita bisa meningkatkan kompetensi serta kapasitas masyarakat dalam pengurangan resiko bencana
Tebing Tinggi,18/5 (antarasumut)-  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebing Tinggi dan Pemadam Kebakaran, Regu Tagana, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Pramuka dan RSUD DR Kumpulan Pane melaksanakan sosialisasi dan simulasi gladi penanggulangan bencana alam gempa bumi dan kebakaran Lapangan Ramlan Yatim Jl. Gunung Lauser Rabu.

Dalam simulasi tersebut dua bangunan rumah setelah diguncang gempa bumi roboh dan terbakar, didalam bangunan ada masyarakat yang tertimpa bangunan,

kemudian tim medis terdiri dari perawatan, dokter dan Ambulance langsung melakukan evakuasi penyelamatan,

Selanjutnya rumah yang terbakar coba dipadamkan oleh Mobil Damkar dan regu Tagana, setelah beberapa jam, tim berhasil memadamkan api dan menyelamatkan masyarakat untuk menjalani perawatan intensif dirumah sakit.

Pj Walikota Tebingtinggi diwakili Sekdako, Johan Samose Harahap menyatakan bahwa kegiatan simulasi gladi penanggulangan bencana ini perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat karena dengan mengetahui kesigapan dalam penanggulangan bencana akan bisa mengurangi korban jiwa.

Dalam simulasi gladi penanggulangan bencana alam gempa bumi dan kebakaran, kita harapkan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana adalah masyarakat yang siap untuk selamat.

Melalui simulasi gladi penanggulangan bencana gempa bumi dan kebakaran, kita bisa meningkatkan kompetensi serta kapasitas masyarakat dalam pengurangan resiko bencana,"harap Johan Samose.

Kepala BPBD, Drs Wahid Sitorus menjelaskan dengan adanya sosialisasi simulasi gladi penanggulangan bencana alam gempa bumi dan kebakaran, kita secara sigap bisa mengatasi bencana tersebut dari resiko mengurangi korban jiwa.kita tidak mengetahui kapan bencana itu datang dan berakhir.

Kegiatan ini perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat, pelajar, steak holder. Karena, Kota Tebingtinggi mempunyai empat bencana yang ekstrim seperti gempa bumi, kebakaran, kebanjiran dan bencana angin puting beliung,"terangnya.

Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017