Kamis, 24 Agustus 2017

Diplomasi Untuk Perdamaian

| 413 Views
id perdamaian, dipmomasi, kedubes jepang, kuliah umum
Diplomasi Untuk Perdamaian
. (Antarasumut/Rizka)
Medan, 31/7 (Antarasumut) - Para pemimpin dunia diharapkan mampu memberikan solusi terkait permasalahan yang belum terpecahankan dibelahan dunia, salah satunya dengan diplomasi antarnegara untuk perdamaian bangsa.

Hal tersebut dikemukakan oleh Staf Kedutaan Jepang untuk Indonesia, Ryo Nakamura, saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), Senin (31/7).

Pasalnya, kata Ryo, jalur diplomasi sangat mempengaruhi hubungan antar negara seperti halnya Indonesia dan Jepang yang sudah terjalin selama 60 tahun dan terus melakukan perkembangan terbukti dari banyaknya aktivitas internasional dari kedua negara.

“Hubungan Jepang dan Indonesia dimulai sejak zaman Hindia Belanda, kemudian berlanjut dalam konsolidasi intensif hingga menjadi rekan dalam mengusung ide-ide strategis untuk prospek perkembangan di Indonesia dan Jepang,” katanya.

Ia juga menambahkan, tidak sedikit warga negara Indonesia tinggal di Jepang baik untuk melanjutkan studi pendidikan, bekerja, dan berkarir sekaligus memperkenalkan Indonesia di negeri sakura tersebut.

“Di Jepang, KBRI Indonesia berusaha mempromosikan banyak hal tentang Indonesia mulai dari budaya, kehidupan bermasyarakat, hiburan, makanan, sampai cara bertutur dalam bahasa daerah yang ada di Indonesia,” kata Ryo seraya sesekali menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam hubungan kerjasama Indonesia dan Jepang, ada tiga hal yang menjadi dasar pemikiran meliputi stabilitas politik, kemakmuran rakyat, serta koperasi dan keterlibatan.

Sementara itu, pihak Kedutaan Jepang akan menambah poin kerjasama dengan Indonesia ke depannya untuk menangani bersama terkait kasus perompakan yang akhir-akhir ini mulai marak dan tindakan perlawanan teroris.

Di akhir kuliah umum tersebut, Kedutaan Jepang memberikan sejumlah berkas persyaratan untuk dapat membantu mahasiswa/i yang ingin melanjutkan studi dan pertukaran pelajar ke Jepang. 

Hal tersebut disambut baik pihak kampus USU diwakilkan oleh Wakil Dekan I FISIP USU, Husni Thamrin.

Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017