Senin, 23 Oktober 2017

Binjai Nominasi "kota Cerdas"

| 667 Views
id Bonjai koya vetdas
Binjai, Sumut, 8/8 (Antara) - Kota Binjai, Sumatera Utara, masuk dalam nominasi "Rating Kota Cerdas Indonesia" Tahun 2017 untuk kategori kota sedang berdasarkan penilaian Tim Smart City and Community Innovation Centre Institut Teknologi Bandung.

Hal itu disampaikan Wali kota Binjai Muhammad Idaham di Binjai, Selasa, usai menerima kunjungan tim verifikasi dan survey langsung dari Smart City and Community Innovation Centre (SCCIC) ITB.

Muhammad Idaham mengatakan, pihaknya sangat serius mewujudkan Binjai sebagai smart city, karena hal itu sesuai dengan visi dan misi di periode kedua kepemimpinannya sebagai kepala daerah.

Ia juga memaparkan berbagai inovasi yang sudah dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, diantaranya aplikasi e-mas, e-dokter, e-pbb, e-musrenbang, e-perizinan, bus trans Binjai.

Semua itu bertujuan agar masyarakat bisa hidup nyaman, bahagia dan sejahtera yang berkelanjutan. Kemudian, faktor yang tidak kalah penting adalah membangun "smart city" yang sejalan dengan membangun "smart people" dengan ciri masyarakat yang disiplin.

"Kami juga membangun dengan kemampuan sendiri, dengan inovasi dan improvisasi sendiri. Kami ingin membangun smart city, bukan program smart city," katanya

Ketua Tim SCCIC ITB Hendra Sandhi Firmansyah mengatakan, Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk melakukan pemetaan sehingga setiap kota mampu menjadi kota cerdas berdasarkan potensi dan karakternya masing-masing.

Kehadiran tim selama dua hari di Binjai (7-8 Agustus) itu bertujuan untuk memotret tentang cara pemerintah kota mengelola permasalahan yang dihadapi dan memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hasilnya, tim melihat banyak inisiatif kota cerdas dan inovasi yang telah diterapkan oleh Pemkot Binjai.

"Tata kelola sumber daya sangat bagus, teknologi informasi komunikasi (TIK) berkembang, inovasi di bidang pertanian dan peternakan juga bagus," katanya.

Menurut dia, ada 30 daerah yang masuk nominasi RKCI yang terdiri kategori kota besar, kota sedang, dan kota kecil.

Ia menegaskan, RKCI tidak bertujuan untuk mencari pemenang. Namun, agar kota-kota itu dapat berkolaborasi dan saling bertukar informasi dan memanfaatkannya untuk tata kota yang lebih baik di masa mendatang. ***4***

Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017