Senin, 23 Oktober 2017

Para Musisi Tertantang di Samosir Music International

| 725 Views
id Pematangsiantar, Musisi Pendukung, Samosir Music International, Temu Pers, Hotel Sapadia, Kota Pematangsiantar, Tuktuk Siadong, 12 Agustus
     Pematangsiantar, 10/8 (Antarasumut) - Para musisi dari Eropa dan Ibu Kota Jakarta mengaku tertantang untuk tampil di Samosir Music International "To Batak Festival" di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada 12 Agustus 2017.
     "Kita diharuskan memainkan lagu dan melodi etnik Batak, sesuatu yang berbeda dari biasanya," kata Bernadeta Astari, vokalis aliran klasik Eropa saat temu pers di Hotal Sapadia, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis.
      Perempuan asal Indonesia yang kini menetap di Belanda itu pun melatih olah vokal untuk membawakan lagu Batak yang dikolaborasikan dengan aliran klasik Eropa.
     Lisa Supandi, harpist (pemain alat musik harpa) dan Yosephine Madju, pianist (pemain alat musik piano) klasik tertarik memainkan alat musik masing-masing dengan melodi etnik Batak.
     Tantangan semakin berat dirasakan Lisa dan Yosephine, yang tidak bisa membawa harpa dan piano dalam ukuran besar milik keduanya, karena angkutan yang tidak memungkinkan.
     "Jadinya kita bawa alat musik yang kecil, ya lebih susah menyelaraskan nadanya, tetapi kami senang dan bangga bisa ikut bagian dalam festival musik ini," kata Lisa.
     Chris, personel Jay Bano Band asal Austria, mengatakan, melodi, nada dan lagu Batak memiliki kekuatan dan keunikan dalam dunia musik, sehingga baginya menjadi pengalaman yang luar biasa bisa tampil di Samosir Music International.
    Nadine Beiler, vokalis asal Austria, yang menikmati masa liburan di Srilanka tertarik dengan tawaran dari Hermann Delago pada Oktober 2016 dan merubah masa liburan ke Indonesia, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
     Dia mengaku sering mendengar lagu dan musik etnik Batak yang dipopulerkan Hermann Delago di Eropa, berkesempatan memainkannya di daerah Tanah Batak.
     Hermann Delago, sosok penghubung musisi Eropa dan pemain utama dalam ajang tahunan di Kabupaten Samosir itu, sukses mengadakan konser musik pada tahun 2014 dan 2016.
     "Ini yang ke tiga, datang dan saksikan," kata Hermann. 
    Samosir Music International 2017 juga menampilkan Vicky Sianipar, Tongam Sirait, Alsant Nababan, Punxgoaran, Jajabi, Super Pura Tambak.
     Mereka tidak sabar dan siap menghibur masyarakat setempat, kabupaten/kota tetangga, dan luar daerah di panggung terbuka (Open Stage) Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo.

Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017