Kamis, 24 Agustus 2017

Konser Musik Dukung Promosi Pariwisata Samosir

| 464 Views
id Pematangsiantar, KOnser Musik Internasional, Dukung Promosi, Pariwisata Samosir
Konser Musik Dukung Promosi Pariwisata Samosir
Pematangsiantar, 10/9 - MUSIK INTERNATIONAL. Para musisi pendukung dan pelaksana ajang Samosir Music International foto bersama usai temu pers di Hotel Sapadia Pematangsiantar, Kamis. (Foto Antarasumut/Waristo)
     Pematangsiantar, 10/8 (Antarasumut) - Konser musik International yang digelar di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, berperan pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke "Negeri Indah, Kepingan Surga" itu.
     "Setiap tahun meningkat, untuk tahun 2017, sampai bulan Juli, jumlah kunjungan sudah melebihi total kunjungan tahun 2016," sebut Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Samosir, Robintang Naibaho pada temu pers Samosir Music International, To Batak Festival di Hotel Sapadia, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis.
     Samosir Music International yang mulai diadakan tahun 2014 dengan mengemas aliran musik berbeda masuk program tahunan Pemerintah Kabupaten Samosir, Horas Samosir Fiesta.
     Horas Samosir Fiesta berisikan pagelaran seni, budaya dan adat istiadat etnik Batak yang dipublikasikan kepada pengunjung dalam upaya melestarikan warisan leluhur dan memperkenalkan kepada khalayak ramai.
     Pemerintah Kabupaten Samosir mendukung penuh konser musik Internasional yang digagas Henry Manik (putra daerah) dan Hermann Delago (musisi Eropa), karena memiliki keunikan dengan menggabungkan musik Eropa dengan etnik Batak.
     Kolaborasi itu kata Robintang, menarik minat pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya putra Batak, bahkan wisata mancanegara dan berdampak positif pada tingkat kunjungan tahunan.
     Projek Manager Konser Musik Internasional, Henry Manik merasa bangga bisa mendapat dukungan dari semua artis yang dilibatkan,dengan mengedepankan nilai-nilai persahabatan dan tujuan lebih memasyarakatkan musik/lagu Batak secara nasional maupun internasional.
     Dalam pagelaran setiap tahun, kolaborasi musik dilaksanakan secara berbeda, musik Batak sebagai pondasi digabungkan dengan jenis musik lain, supaya tidak membosankan pengunjung.
     "Tahun sebelumnya aliran musik rock, tahun ini dikolaborasikan dengan aliran klasik Eropa," sebut Henry.
     Untuk para musisi pendukung yang sudah terbiasa memainkan aliran musiknya, dipilihkan musik dan lagu Batak yang selaras dengan kemampuan mereka, sehingga memudahkan dan menarik untuk didengar.
     Henry berharap agar Samosir Music International bisa terus mendapat dukungan dan perhatian  serius terutama dari Pemerintah Pusat dan Provinsi sehingga gaungnya lebih luas. 

Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017