<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ANTARA Sumut : Portal Berita Orang Sumut &#187; Kuliner</title>
	<atom:link href="http://www.antarasumut.com/category/berita-sumut/kuliner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.antarasumut.com</link>
	<description>Portalnya Orang Sumut</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 13:00:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ikan Malas &#8220;Sioto&#8221; Danau Toba Berpotensi Ekspor</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/ikan-malas-sioto-danau-toba-berpotensi-ekspor/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/ikan-malas-sioto-danau-toba-berpotensi-ekspor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 12:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ANTARA Sumut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[danau toba]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan betutu]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten samosir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=28995</guid>
		<description><![CDATA[Balige, Sumut, 27/7 (ANTARA) &#8211; Ikan betutu (ikan malas sioto) dari perairan Danau Toba, memiliki peluang ekspor cukup besar, karena kian meningkatnya permintaan pedagang pengumpul menjualnya ke Medan selanjutnya diekspor ke Singapura. Kabid Perikanan Dinas Pertanian Kabupaten Toba Samosir, Ir. Tua Pangaribuan, Selasa, menyatakan berat ikan di atas 500 gram per ekor menjadi komoditi ekspor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Balige, Sumut, 27/7 (ANTARA) &#8211; Ikan betutu (ikan malas sioto) dari perairan Danau Toba, memiliki peluang ekspor cukup besar, karena kian meningkatnya permintaan pedagang pengumpul menjualnya ke Medan selanjutnya diekspor ke Singapura.</p>
<p>Kabid Perikanan Dinas Pertanian Kabupaten Toba Samosir, Ir. Tua Pangaribuan, Selasa, menyatakan berat ikan di atas 500 gram per ekor menjadi komoditi ekspor dan harga jual di tingkat petani mencapai  Rp 50 ribu per kg.</p>
<p>Awalnya, kata Pangaribuan benihnya ditabur oleh Jenderal (Purn) TB Silalahi di danau tersebut, kemudian berkembang, hingga nelayan bisa menjualnya ke pasar ekspor sebanyak 69.3 ton pada tahun 2009 lalu.</p>
<p>Ia mengaku, sampai sekarang Dinas Pertanian Tobasa belum melakukan penanganan khusus dan spesifik atas komoditi ini. Padahal, peluang pengembangannya cukup besar dan menjanjikan.</p>
<p>Jenis ikan air tawar tersebut juga banyak ditemui di kawasan Danau Toba yang masuk Kabupaten Samosir.</p>
<p>&#8220;Budidaya dan teknik pemijahan yang memadai belum dilakukan. Belum ada produksi dan penyediaan benih secara teratur. Boleh dikatakan, masih minim sentuhan teknologi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Meski begitu, pihaknya tetap memberi penyuluhan kepada kelompok nelayan binaan, tujuannya agar mereka lebih mengerti keseimbangan ekosistem. Ikan ukuran kecil tidak perlu ditangkap, agar siklus perkembangannya berkelangsungan.</p>
<p>&#8220;Dalam waktu dekat, bantuan berupa alat tangkap akan diberikan kepada petani. Selain itu, penyuluhan akan ditingkatkan, sehingga diharapkan nelayan bisa paham betul arti wawasan lingkungan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Budi Oval Simanjuntak (45) seorang nelayan Desa Simalombu mengatakan, ia pernah memperoleh seekor tangkapan seberat 13 kg dan dijual dengan Rp650 ribu, ini nilai yang sangat tinggi.</p>
<p>Idealnya, potensi dan karunia alam tersebut dipadukan dengan sentuhan teknologi, sehingga kehidupan di tingkat petani ikan semakin berkembang. ***2***<br />
(T.pso-219)</p>
<p>(T.PSO-219/B/S015/S015)</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=28995&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/ikan-malas-sioto-danau-toba-berpotensi-ekspor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Sego Njamoer&#8221; Jamur Rasa Daging dari ITS</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/sego-njamoer-jamur-rasa-daging-dari-its/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/sego-njamoer-jamur-rasa-daging-dari-its/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 22:36:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ANTARA Sumut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[budi daya jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[its]]></category>
		<category><![CDATA[jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[nasi jamur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=24635</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya (ANTARA News) &#8211; Tim terdiri dari lima mahasiswa berbagai jurusan di Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITS Surabaya mengembangkan jamur menjadi lauk. &#8220;Kami mengemasnya dengan satu porsi nasi seharga Rp3.000 dengan jamur sebagai pengganti ikan yang rasanya kayak daging,&#8221; kata anggota tim, Mahendra Ega Hiquitta, di Surabaya, Selasa. Ditemui ANTARA di sela-sela pameran &#8220;Bulan Unjuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya (ANTARA News) &#8211; Tim terdiri dari lima mahasiswa berbagai  jurusan di Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITS Surabaya mengembangkan  jamur menjadi lauk.</p>
<p>&#8220;Kami mengemasnya dengan satu porsi nasi seharga Rp3.000 dengan jamur  sebagai pengganti ikan yang rasanya kayak daging,&#8221; kata anggota tim,  Mahendra Ega Hiquitta, di Surabaya, Selasa.</p>
<p>Ditemui ANTARA di sela-sela pameran &#8220;Bulan Unjuk Prestasi&#8221; di Plasa dr  Angka ITS Surabaya, ia mengaku dirinya mengembangkan &#8220;Sego Njamoer&#8221;  (nasi berlauk jamur) bersama empat rekannya.</p>
<p>Dalam pameran edisi April itu, Mahendra didampingi empat rekannya yakni  Rizki Aris Y., Eko Nur Khafid, Ongga Limatsu, dan Ola Dwi Sandra.</p>
<p>&#8220;Kami mengikutsertakan `Sego Njamoer` itu dalam Program Kreativitas  Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan,&#8221; tutur mahasiswa Jurusan Teknik  Fisika FTI itu.</p>
<p>Namun, mahasiswa semester 4 itu bertekad untuk mengembangkan &#8220;Sego  Njamoer&#8221; sebagai sarana berwiraswasta bersama keempat rekannya setelah  lulus dari ITS.</p>
<p>&#8220;Kami sempat menjual dalam pembukaan PIMITS (Pekan Ilmiah Mahasiswa  ITS) di Gedung Robotika ITS Surabaya (25/4), ternyata nasi seharga  Rp3.000,00 itu laku 160 porsi,&#8221; ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya sengaja merancang &#8220;Sego Ngjamoer&#8221; yang cocok  untuk kalangan mahasiswa yakni murah dan praktis, tapi bergizi.</p>
<p>&#8220;Semboyan kami adalah lezat dan nggak bikin `kanker` alias kantong  kering. Tapi jamur tiram yang kami jadikan lauk itu memang memiliki  kandungan antitumor,&#8221; paparnya.<br />
(E011/C004)</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=24635&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/sego-njamoer-jamur-rasa-daging-dari-its/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hotel Medan Berebut Jual Makan Malam Imlek</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/hotel-medan-berebut-jual-makan-malam-imlek/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/hotel-medan-berebut-jual-makan-malam-imlek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 12:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[grand angkasa hotel]]></category>
		<category><![CDATA[hotel di medan]]></category>
		<category><![CDATA[imlek di Medan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=21589</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 4/2 (ANTARA) - Hotel berbintang di Medan rame-rame menjual berupa paket makan malam Imlek untuk menutupi kekurangan pendapatan menyusul dipastikannya terjadi penurunan hunian hotel di hari besar keagamaan itu. &#8220;Di Grand Angkasa memang ada penjualan paket makan malam yang disebut Chinese New Year Eve dengan harga mulai Rp2,8 juta per meja. Paket itu sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Medan, 4/2 (ANTARA) -</strong> Hotel berbintang di Medan rame-rame menjual berupa paket makan malam Imlek untuk menutupi kekurangan pendapatan menyusul dipastikannya terjadi penurunan hunian hotel di hari besar keagamaan itu.</p>
<p>&#8220;Di Grand Angkasa memang ada penjualan paket makan malam yang disebut Chinese New Year Eve dengan harga mulai Rp2,8 juta per meja. Paket itu sudah terjual 90 persen,&#8221; kata Asistant Public Relation Manager Grand Angkasa, Medan, Idawati Onggo, di Medan, Kamis.</p>
<p>Dari jumlah 70 meja yang dijual itu, hingga pekan ini sudah terjual 62 meja dan diyakini terjual habis sebelum hari H, Imlek, Minggu,(14/2).<br />
&#8220;Pesanan makan malam semakin naik tahun ini, dibandingkan tahun lalu.Mungkin karena ekonomi semakin membaik dan banyaknya atraksi yang akan digelar,&#8221; katanya.</p>
<p>Makan malam yang digelar di grand ballroom hotel itu misalnya ada atraksi spektakuler barongsai dimana ada  manuver di atas pilar, festival lentera, photo keluarga gratis, undian berhadiah  hingga hadiah dari &#8220;pohon keberuntungan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Sejumalh hotel dipastikan melakukan berbagai kegiatan menjelang Imlek dan tentunya dengan cara-cara tertentu untuk mendapatkan  tamu,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengakui, pada libur Imlek, tamu hotel tidak mengalami peningkatan permintaan kamar.</p>
<p>Justru biasanya turun, karena ada tradisi kumpul atau berkunjung ke keluarga baik di rumah maupun di rumah orangtua hingga liburan bersama di daerah tujuan wisata dalam dan luar negeri.</p>
<p>&#8220;Hotel baru akan panen kalau Chengbeng (ziarah kubur,red). Sampai dengan pekan ini saja sudah ada pesanan untuk bulan April,&#8221; katanya.</p>
<p>Nuansa dan kegiatan menjelang Imlek juga sangat dirasakan di plaza -plaza Medan, dimana ornamen berbau khas China dan termasuk pemberian berbagai tawaran barang dengan harga diskon mewarnai semua plaza.</p>
<p>&#8220;Semua plaza memang melaporkan sudah menggelar berbagai kegiatan dan termasuk memasang ornamen Imlek untuk menarik minat beli konsumen menjelang Imlek tahun ini,&#8221; kata Ketua Asosiassi Pengelola  Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sumut, Paulus Tamie.</p>
<p>Manager Marketing dan Komersil Sun Plaza, Ang Fu Shen, menyebutkan di plaza-nya itu digelar From China With Love yang dimulai 30 Januari hingga 21 Februari.</p>
<p>Selain ada atraksi barongsai, Sun Plaza menggelar festival orental dan termasuk festival elektronika.</p>
<p>&#8220;Meski ada kenaikan kunjungan dan pembelian, tetapi tidak sebesar ketika menjelang Idul Fitri,&#8221; kata Ang Fu Shen.***2***<br />
(T.E016/C/M034/M034) 04-02-2010 17:43:31</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=21589&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/hotel-medan-berebut-jual-makan-malam-imlek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permintaan Kue Bakul di Medan Menurun Drastis</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/tanpa-kategori/permintaan-kue-bakul-di-medan-menurun-drastis/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/tanpa-kategori/permintaan-kue-bakul-di-medan-menurun-drastis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 10:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Harga bahan baku pembuat kue bakul meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[kue bakul]]></category>
		<category><![CDATA[Kue bakul makanan khas Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Permintaan kue bakul di Medan mengalami penurunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=21444</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 2/2 (www.antarasumut.com) - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2561, yang jatuh pada 14 Februari 2010, permintaan kue bakul, makananan khas Imlek, di Medan, menurun drastis dari tahun sebelumnya. Dalam keterangannya, Haidin (34) pengusaha kue bakul di Jalan Merbau Medan, Selasa, mengatakan, permintaan kue bakul di tempatnya tahun ini mengalami penurunan yang sangat tajam. &#8220;Tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Medan, 2/2 (www.antarasumut.com) </strong>- Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2561, yang jatuh pada 14 Februari 2010, permintaan kue bakul, makananan khas Imlek, di Medan, menurun drastis dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Dalam keterangannya, Haidin (34) pengusaha kue bakul di Jalan Merbau Medan, Selasa, mengatakan, permintaan kue bakul di tempatnya tahun ini mengalami penurunan yang sangat tajam.</p>
<p>&#8220;Tahun lalu, kue bakul di tempat saya ini bisa laku terjual sebanyak 3 ton, kalau tahun ini setengahnya saja sudah lumayan,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengaku, penyebab turunnya penjualan kue yang terbuat dari ketan dan gula tersebut, karena harga bahan bakunya melambung tinggi.</p>
<p>&#8220;Harga bahan bakunya melambung tinggi, sehingga harga yang kami tawarkan juga sedikit dinaikkan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ia menambahkan, harga kue bakul yang dijual ditempat tersebut, sebesar Rp 30 ribu per kotak yang terdiri dari empat kue dalam satu kotaknya.</p>
<p>&#8220;Mungkin di daerah lain juga mengalami hal yang sama, permintaan kue bakul menjelang perayaan Imlek tahun ini mengalami penurunan yang sangat tajam,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengaku menjual  kue bakul yang  hanya saat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek saja. Pasalnya di hari-hari biasa tidak banyak yang memesan makanan khas Tionghoa ini.</p>
<p>Tony (30) salah seorang pembeli di tempat itu mengatakan, setiap tahunnya ia sengaja membeli kue bakul sebagai makanan khas Tahun Baru Imlek. &#8220;Tidak lengkap rasanya merayakan Imlek tanpa kue bakul,&#8221; katanya. (I01MOS/R02MOS)</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=21444&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/tanpa-kategori/permintaan-kue-bakul-di-medan-menurun-drastis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasi Goreng Bakar &#8220;Mr.Puencheng Anti Kolesterol</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/nasi-goreng-bakar-mrpuencheng-anti-kolesterol/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/nasi-goreng-bakar-mrpuencheng-anti-kolesterol/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 12:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[nasi goreng bakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=16886</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 3/7 (ANTARA) &#8211; Nasi goreng bakar &#8220;Mr.Puencheng&#8221; yang membuka warungnya di Jalan Dr. Mansyur Medan menghadirkan menu terbaru dengan konsep masakan yang benar-benar anti kolesterol, sehingga para konsumen silih berganti ingin menikmatinya. &#8220;Nasi goreng ini memang unik dengan mengusung nama Mr.Puencheng yang dalam bahasa Malangnya berarti &#8216;kepala miring&#8217; dengan menu utama nasi goreng bakar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Medan, 3/7 (ANTARA)</strong> &#8211; Nasi goreng bakar &#8220;Mr.Puencheng&#8221; yang membuka warungnya di Jalan Dr. Mansyur Medan menghadirkan menu terbaru dengan konsep masakan yang benar-benar anti kolesterol, sehingga para konsumen silih berganti ingin menikmatinya.</p>
<p>&#8220;Nasi goreng ini memang unik dengan mengusung nama Mr.Puencheng yang dalam bahasa Malangnya berarti &#8216;kepala miring&#8217; dengan menu utama nasi goreng bakar anti kolesterol untuk semua umur,&#8221; ucap pengelola warung Mr.Puencheng, Suwandi kepada ANTARA di Medan, Jumat.</p>
<p>Dikatakannya, menu nasi goreng bakar ini disukai para konsumen yang bermasalah dengan kolesterol.</p>
<p>Nasi goreng bakar ini bebas lemak dan sama sekali tidak berminyak, bahkan penyajiannya pun menggunakan piring bambu yang dilapisi daun pisang.</p>
<p>Cara memasaknya hanya menggunakan sedikit minyak saja untuk menggoreng empat porsi nasi dengan minyak ukuran satu sendok makan.</p>
<p>&#8220;Minyak yang kami gunakan juga minyak non-kolesterol, walau nasi goreng ini tampak mengkilap saat disajikan. Hal tersebut bukan disebabkan minyak gorengnya melainkan taburan kecapnya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menu nasi goreng yang ditawarkan di gerai ini bermacam-macam, mulai dari nasi goreng kambing, sapi, ayam, spesial (campur), telur ceplok, bahkan seafood.</p>
<p>Dari sekian banyak varian nasi goreng, yang paling diminati adalah nasi goreng spesial, karena harganya hanya Rp14.000 sudah termasuk dengan minuman.</p>
<p>Harga nasi goreng yang ditawarkan juga beragam, antara Rp9.000 sampai Rp11.000 dan sudah dilengkapi jus aneka buah dengan harga Rp5.000 sampai Rp6.000.</p>
<p>&#8220;Karena rumah makan ini dekat dengan lokasi kampus, jadi harga yang kami tawarkan juga tidak terlalu mahal dan sangat cocok dengan kantong anak kuliah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dengan harga yang paling mahal, nasi goreng ini dicampur dengan berbagai isi, dari daging kambing, sapi, ayam, dan seafood.</p>
<p>Selain nasi goreng, gerai ini juga menawarkan menu yang biasanya mengiringi nasi goreng, seperti mie goreng atau rebus dan kwetiau goreng atau rebus yang dimasak dengan proses biasa.</p>
<p>Hadir di kota Medan sejak April 2009, nasi goreng bakar Mr Puencheng memiliki keistimewaan pada pembakarannya yang menggunakan gas bertekanan tinggi.</p>
<p>Ditambahkannya, menyantap nasi goreng bakar itu rasanya lebih nikmat pada malam hari, dari segi rasa tidak berubah meski dibakar setelah digoreng.</p>
<p>&#8220;Menggoreng sekaligus membakar nasi itu butuh dua orang tenaga, satu orang menggoreng dan seorang lagi membakar, meskipun jadi tampak merepotkan, namun rasanya memang lebih gurih dan tidak berminyak,&#8221; tambahnya.***5***</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=16886&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/nasi-goreng-bakar-mrpuencheng-anti-kolesterol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makanan Umbian Potensial Dikembangkan Sebagai Kuliner Eksotik</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/makanan-umbian-potensial-dikembangkan-sebagai-kuliner-eksotik/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/makanan-umbian-potensial-dikembangkan-sebagai-kuliner-eksotik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 20:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Paling Top]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner medan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan umbian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=16714</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 24/6 (ANTARA) - Jenis makanan yang berbahan baku umbi-umbian sangat potensial dikembangkan sebagai kuliner eksotik di Indonesia, yang bahannya melimpah di mana-mana. Ketua Lembaga Penelitian Teknologi Pangan, Universitas Katolik ST. THOMAS , Dr. Ir. Posman Sibuea kepada ANTARA, Rabu, mengatakan selain memiliki pasokan yang melimpah, makanan umbian juga memiliki sumber protein yang tinggi serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Medan, 24/6 (ANTARA) </strong>- Jenis makanan yang berbahan baku umbi-umbian sangat potensial dikembangkan sebagai kuliner eksotik di Indonesia, yang bahannya melimpah di mana-mana.</p>
<p>Ketua Lembaga Penelitian Teknologi Pangan, Universitas Katolik ST. THOMAS , Dr. Ir. Posman Sibuea kepada ANTARA, Rabu, mengatakan selain memiliki pasokan yang melimpah, makanan umbian juga memiliki sumber protein yang tinggi serta bermanfaat untuk medis.</p>
<p>Selama ini makanan umbian masih kurang diminati karena masyarakat menilai pangan umbian saat ini ketinggalan zaman. Akibatnya pangan tersebut jarang sekali disajikan sebagai hidangan sehari-hari atau sebagai camilan.</p>
<p>Masyarakat kini masih memandang bahwa makanan Barat yang siap saji (fast food) lebih baik, sehat dan higienis. Padahal, makanan tersebut hampir seluruhnya menggunakan bahan baku terigu, seperti pizza dan dunkin donat.</p>
<p>Ia mengatakan pangan Indonesia sebenarnya sangat khas dengan umbi-umbian, sehingga perlu untuk terus mengkampanyekan makanan lokal agar tetap menjadi tuan di rumah sendiri bahkan dapat diterima secara internasional.</p>
<p>Namun, diperlukan komitmen yang jelas dari pemerintah untuk mengangkat produk lokal. Di antaranya memberikan anggaran yang cukup untuk menjaga pasokan makanan. Di samping itu, industri juga harus mau menampungnya.</p>
<p>Kurang diliriknya pangan umbi-umbian saat ini, juga terkait masalah pencitraan, kualitas, penampilan dan cita rasa. Idealnya pangan tersebut harus dapat disajikan semenarik mungkin sesuai dengan zaman modern, seperti donat atau pizza dari umbian.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga harus memfasilitasi perlengkapan dan kesempatan melakukan penelitian untuk mengkaji pangan yang potensial berkembang. Ia memberikan contoh produk perusahaan Nestle, yang menyediakan Rp1.000 triliun untuk pengkajian kualitas produk makanannya.</p>
<p>Saat ini, potensi makanan lokal seperti raksasa yang sedang tertidur, karena belum dapat dimanfaatkan secara maksimal dan kreatif. Masyarakat Indonesia telah lama menjadi masyarakat konsumtif, sehingga belum tahu untuk menciptakan jenis makanan baru, terutama dari umbi-umbian.</p>
<p>Untuk itu, perlu diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini tentang manfaat mengkonsumsi makanan umbi-umbian. Itu dapat dilakukan mulai dari keluarga dengan menyajikan makanan lokal, kantin sekolah bahkan pasar swalayan.***5***<br />
<strong>(T.PSO-023/B/I011/I011) 24-06-2009 15:49:57<br />
</strong></p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=16714&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/makanan-umbian-potensial-dikembangkan-sebagai-kuliner-eksotik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Bakso Kaget&#8221;, Hadirkan Rasa Yang Berbeda</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/bakso-kaget-hadirkan-rasa-yang-berbeda/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/bakso-kaget-hadirkan-rasa-yang-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 10:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Bakso Kaget]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=16077</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 1/6 (www.antarasumut.com) &#8211; Apabila anda jalan-jalan di daerah Multatuli Medan, mungkin anda akan dikagetkan dengan plang &#8220;Bakso Kaget&#8221; yang merupakan gaya makan bakso yang berbeda dari biasanya. Menurut Lady Diana, pemilik usaha Bakso Kaget ini mengatakan, konsep dari usahanya ini bermula dari kesukaannya memakan bakso dan dirinya terinspirasi membuat bakso yang berbeda dari biasanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2009/06/bakso-kaget.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16078" style="4px solid white;" src="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2009/06/bakso-kaget-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a><strong>Medan, 1/6 (www.antarasumut.com)</strong> &#8211; Apabila anda jalan-jalan di daerah Multatuli Medan, mungkin anda akan dikagetkan dengan plang &#8220;Bakso Kaget&#8221; yang merupakan gaya makan bakso yang berbeda dari biasanya.</p>
<p>Menurut Lady Diana, pemilik usaha Bakso Kaget ini mengatakan, konsep dari usahanya ini bermula dari kesukaannya memakan bakso dan dirinya terinspirasi membuat bakso yang berbeda dari biasanya.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya adik ipar saya yang terlebih dahulu membuka usaha ini di Bandung, kemudian karena saya juga tertarik pada konsep bakso yang ada isinya ini maka saya mencoba keberuntungan dengan membuka cabang di Medan, &#8220;ujar Lady.</p>
<p>Dia juga mengatakan, sesuai dengan namanya, Bakso Kaget memang dirancang untuk membuat orang kaget. Di dalam bakso berdaging empuk itu ada enam macam &#8220;ranjau&#8221; yang terdiri dari cabe rawit, jagung, keju, daging, udang dan telur.</p>
<p>&#8220;Semua bahan itu tersembunyi rapih di dalam bakso, dan saat bakso dibelah isinya baru akan muncul dan menjadi lebih <em>surprised</em>, dan bila pengunjung yang mendapat bakso isi granat, mereka akan terkejut lagi, &#8220;jelas wanita berdarah Tionghoa ini.</p>
<p>Bakso Kaget dibuat dengan bahan dasar daging sapi segar dan kualitas rasa sangat diutamakan. Seperti komposisi bahan daging dengan perbandingan 95 persen daging dan lima persennya tepung.</p>
<p>Lady juga memastikan dirinya tidak menggunakan bahan pengawet di dalam bakso.</p>
<p>Sementara itu, ciri khas asli dari Bakso Kaget ini adalah di paket combo. Bakso Kaget menawarkan cara makan bakso dengan menggunakan nasi putih. Otomatis paket ini tidak sekedar untuk mengganjal perut, tapi juga berperan sebagai makanan berat.</p>
<p>Jadi paket yang satu ini sangat cocok dipilih di saat makan siang atau malam.</p>
<p>Bagi anda penggemar berat bakso, anda dapat menikmati paket combo ini. Isinya yang terdiri dari nasi putih, daging sapi cincang yang bergelimpangan di dalamnya hingga sayur sawi dan tauge yang yang disajikan semakin membuat bakso ini menjadi lebih berasa.</p>
<p>Harga bakso yang dipasarkan juga beragam. Mulai dari Rp12.000 per porsi sampai Rp15.000 per porsi. Jadi anda tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk menikmati bakso isi ini. <strong>(I02MOS/R01MOS)</strong></p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=16077&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/bakso-kaget-hadirkan-rasa-yang-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Burger Raksasa, Mau Coba?</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/burger-raksasa-roti-beda-dari-yang-lain/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/burger-raksasa-roti-beda-dari-yang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 11:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>septianda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[burger raksasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=15391</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 19/5 (www.antarasumut.com) - Roti burger ini lain dari biasanya, namanya burger raksasa.  Burger berukuran jumbo ini hasil inovasi Hendra (31 tahun) yang membuka counter di Jalan Pancing simpang kampus Universitas Negeri Medan. Hendra kepada antarasumut.com, Selasa, mengatakan, ide membuat burger raksasa ini berawal dari keinginannya yang ingin membuat sesuatu yang baru. Dari situ dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2009/05/roti.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-15393" style="4px solid white;" src="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2009/05/roti-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><strong>Medan, 19/5 (www.antarasumut.com) -</strong> Roti burger ini lain dari biasanya, namanya burger raksasa.  Burger berukuran jumbo ini hasil inovasi Hendra (31 tahun) yang membuka counter di Jalan Pancing simpang kampus Universitas Negeri Medan.</p>
<p>Hendra kepada <strong>antarasumut.com</strong>, Selasa, mengatakan, ide membuat burger raksasa ini berawal dari keinginannya yang ingin membuat sesuatu yang baru. Dari situ dia berharapprodukya bisa diterima dan cita-citanya menjadi pengusaha makanan sukses terwujud.</p>
<p>Ia mengkalaim burger berukuran jumbo itu adalah satu-satunya di Medan. &#8220;Roti raksasa ini saya rasa masih satu-satunya,&#8221; katanya.</p>
<p>Ckup banyak penggemar burger raksasa yang diproduksi Hendra. Toko rotinya kerap dipadati pengunjung, namun kebanyakan adalah mahasiswa karena lokasinya yang kebetulan berdekatan dengan kampus.</p>
<p>Soal harga, Hendra menyesuaikan dengan kemampuan kantong mahasiswa. Untuk satu porsi burger biasa dijualnya Rp 5.000, burger anak raksasa Rp 8.000, dan burger raksasa dijualnya Rp 11.000,-.</p>
<p>Selain soal rasa dan harga yang relatif terjangkau, Hendra juga meyakinkan, rotinya dibuatnya langsung di tempatnya. &#8220;Jadi pelanggan tidak usah ragu dengan kebersihannya,&#8221; tambahnya. <strong>(S03MOS/R02MOS)</strong></p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=15391&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/burger-raksasa-roti-beda-dari-yang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerupuk Jangek Tetap Digemari Konsumen</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/gurihnya-kerupuk-jangek/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/gurihnya-kerupuk-jangek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 07:13:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>septianda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kerupuk jangek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=14427</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 4/5 (www.antarasumut.com) - Kerupuk jangek adalah salah satu makanan ringan untuk cemilan. Kerupuk jangek yang berasal dari kulit kerbau pilihan yang diolah secara tradisional dan merupakan salah satu oleh-oleh yang menyenangkan untuk dapat langsung dikonsumsi. Jagat (33 tahun), kepada antarasumut.com, Senin, mengatakan, karupuak jangek dalam bahasa Minang merupakan kerupuk yang sudah berpuluh-puluh tahun diproduksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2009/05/jangek.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-14429" style="4px solid white;" src="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2009/05/jangek-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><strong>Medan, 4/5 (www.antarasumut.com) -</strong> Kerupuk jangek adalah salah satu makanan ringan untuk cemilan. Kerupuk jangek yang berasal dari kulit kerbau pilihan yang diolah secara tradisional dan merupakan salah satu oleh-oleh yang menyenangkan untuk dapat langsung dikonsumsi.</p>
<p>Jagat (33 tahun), kepada <strong>antarasumut.com</strong>, Senin, mengatakan, karupuak jangek dalam bahasa Minang merupakan kerupuk yang sudah berpuluh-puluh tahun diproduksi dan merupakan salah satu oleh-oleh yang menyenangkan. Usaha ini diteruskannya dari orangtuanya, dengan merek &#8220;Kerupuk Kulit Sari Jangek,&#8221; di Jalan Amal Luhur Medan.</p>
<p>Makanan kecil ini termasuk laris manis untuk oleh-oleh. Kerupuk jangek alias kerupuk dari kulit sapi atau kulit kerbau juga lebih enak disajikan dengan makanan lainnya yang termasuk gulai yang berkuah. Ukuran kerupuk yang tergolong besar yakni sekitar 15 sentimeter persegi bisa juga digunakan untuk menyendok kuah.</p>
<p>Jagat menambahkan, jangek, jenis kerupuk yang sangat tipis, berbentuk petak, berwarna kuning, terbuat dari kulit sapi yang dijemur kering. Jika memakannya, pertama-tama sensasi yang dirasakan adalah jangek tersebut seakan menghisap lidah, lalu lambat laun mulai melembut. Enak memang, walaupun penikmatnya mudah haus dibuatnya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&#8220;Kerupuk Jangek biasanya menjadi teman kriuk- kriuk saat menyantap ketupat sayur, sate Padang dan makanan kuah lainnya, serta banyak penderita penyakit lambung atau maag yang mengkonsumsi kerupuk jangek karena bagus untuk memperbaiki pencernaan,&#8221; katanya.</p>
<p>Kulit lembu atau kerbau yang didapatnya langsung dibelinya dari tukang potong alias tukang kikil. Kerupuk jangek kikil yang dijualnya berkisar antara Rp 11.000 &#8211; Rp 20.000 perbungkusnya dan kerupuk jangek yang sudah jadi dijualnya berkisar antara Rp 500 sampai Rp 5.000 perbungkusnya.</p>
<p>Sampai saat ini Jagat mempunyai langganan tetapnya dan pasaran usahanya sudah tersebar di berbagai tempat rumah makan besar di kota Medan.</p>
<p>&#8220;Dijaminlah kerupuk jangek ini tidak memakai bahan pengawet,&#8221; ujarnya.  <strong>(S03MOS)</strong></p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=14427&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/gurihnya-kerupuk-jangek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Durian Sidikalang Masih Banjiri Kota Medan</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/durian-sidikalang-banjiri-kota-medan/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/durian-sidikalang-banjiri-kota-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 03:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[Durian]]></category>
		<category><![CDATA[sidikalang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=14089</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 28/4 (www.antarasumut.com) &#8211; Meski tidak sedang musim buah durian, namun di sejumlah tempat di Kota Medan masih banyak ditemui pedagang yang menjual buah yang memiliki bau khas itu. Kepada antarasumut.com, Angga (25) salah seorang pedagang durian di Jalan Gajah Mada Medan mengaku kalau buah durian yang dijualnya di dapatkan dari Ibukota Kabupaten Dairi tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2009/04/durian-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-14090" style="3px solid white ;" src="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2009/04/durian-2-262x300.jpg" alt="" width="210" height="240" /></a><strong>Medan, 28/4 (www.antarasumut.com)</strong> &#8211; Meski tidak sedang musim buah durian, namun di sejumlah tempat di Kota Medan masih banyak ditemui pedagang yang menjual buah yang memiliki bau khas itu.</p>
<p>Kepada <strong>antarasumut.com</strong>, Angga (25) salah seorang pedagang durian di Jalan Gajah Mada Medan mengaku kalau buah durian yang dijualnya di dapatkan dari Ibukota Kabupaten Dairi tersebut.</p>
<p>Namun buah durian asal Sidikalang yang dijual para pedagang tersebut sedikit mahal. Para pedagang menjualnya dengan harga berkisar antara Rp.20.000-Rp.40.000 tergantung ukuran buah durian tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau sekitar bulan April-Mei memang akhir musim durian, sehingga harganya cukup mahal, sekitar bulan Juni atau Juli buah durian murah, karena ini awal musim,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Ia mengaku setiap harinya mendapatkan omset jutaan rupiah dari berdagang buah durian. Pendapatannya bisa  lebih meningkat pada hari Sabtu dan  Minggu. <strong>(I01MOS/R02MOS)</strong></p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=14089&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kuliner/durian-sidikalang-banjiri-kota-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
