<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ANTARA Sumut : Portal Berita Orang Sumut &#187; Pariwisata</title>
	<atom:link href="http://www.antarasumut.com/category/budaya/pariwisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.antarasumut.com</link>
	<description>Portalnya Orang Sumut</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 13:00:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kabupaten Langkat Gali Potensi Wisata Baru</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/abupaten-langkat-gali-potensi-wisata-baru/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/abupaten-langkat-gali-potensi-wisata-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 13:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ANTARA Sumut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten langkat]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata langkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=28914</guid>
		<description><![CDATA[Langkat, Sumut, 26/7 (ANTARA) &#8211; Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara terus mengupayakan kawasan-kawasan baru sebagai lokasi wisata alternatif selain Bukit Lawang dan Tangkahan yang telah terlebih dahulu populer. &#8220;Masyarakat bersama pemerintah harus saling memberikan akses bagi terciptanya lokasi wisata baru,&#8221; ujar Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Langkat Hj Purnama Dwi Tarigan di Stabat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langkat, Sumut, 26/7 (ANTARA) &#8211; Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara terus mengupayakan kawasan-kawasan baru sebagai lokasi wisata alternatif selain Bukit Lawang dan Tangkahan yang telah terlebih dahulu populer.</p>
<p>&#8220;Masyarakat bersama pemerintah harus saling memberikan akses bagi terciptanya lokasi wisata baru,&#8221; ujar Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Langkat Hj Purnama Dwi Tarigan di Stabat, Senin.</p>
<p>Menurut dia, sesuai visi-misi Bupati Ngongesa Sitepu, terbukanya lokasi wisata baru harus tetap memperhatikan keberadaan lingkungan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Langkat, katanya, memiliki potensi yang sangat besar di bidang pariwisata, semisal Kecamatan Bahorok yang mempunyai 17 buah gua di antaranya Gua Batu Rizal, Gua Angin-angin, Gua Air dan Gua Kelelawar.</p>
<p>Selain itu, kawasan menuju lokasi gua-gua tersebut juga masih sangat alami dan kekerabatan masyarakatnya masih sangat kental.</p>
<p>&#8220;Saat ini kami juga sedang berusaha mengembangkan berbagai objek wisata lainnya di berbagai kecamatan, yang potensinya sangat besar untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara,&#8221; katanya.</p>
<p>Purnama Dewi Tarigan juga menjelaskan, potensi wisata yang dewasa ini juga tengah dikembangkan meliputi wisata bahari, wisata alam dan wisata religius.</p>
<p>Namun demikian, kawasan wisata yang telah cukup dikenal baik di Indonesia maupun di mancanegara tetap akan menjadi perhatian.</p>
<p>Pihaknya berharap masyarakat dapat memahami pentingnya wisata untuk peningkatan perekonomian, sehingga muncul kesadaran untuk memberikan kesan terbaik bagi setiap pengunjung yang datang.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan berbagai langkah yang kita lakukan termasuk memperkenalkan potensi wisata Langkat di berbagai ajang baik di dalam maupun di luar negeri dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Langkat sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,&#8221; katanya. ***4***<br />
(T.PSO-218/B/R014/R014)</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=28914&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/abupaten-langkat-gali-potensi-wisata-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisatawan Belanda Paling Banyak Kunjungi Bukit Lawang</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/wisatawan-belanda-paling-banyak-kunjungi-bukit-lawang/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/wisatawan-belanda-paling-banyak-kunjungi-bukit-lawang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 10:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ANTARA Sumut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[bukit lawang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=28326</guid>
		<description><![CDATA[Langkat, Sumut, 15/7 (ANTARA) &#8211; Objek wisata sungai dan hutan Bukit Lawang di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, merupakan tujuan utama wisatawan termasuk dari Belanda yang tercatat paling banyak mengunjungi daerah itu. Kepala Kantor Parawisata Seni dan Budaya Kabupaten Langkat, Purnama Dewi Tarigan SH, dalam keterangannya di Stabat, Kamis, mengemukakan dari  Januari? Juni 2010, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langkat, Sumut, 15/7 (ANTARA) &#8211; Objek wisata sungai dan hutan Bukit Lawang di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, merupakan tujuan utama wisatawan termasuk dari Belanda yang tercatat paling banyak mengunjungi daerah itu.</p>
<p>Kepala Kantor Parawisata Seni dan Budaya Kabupaten Langkat, Purnama Dewi Tarigan SH, dalam keterangannya di Stabat, Kamis, mengemukakan dari  Januari? Juni 2010, tercatat 20.704 wisatawan dari mancanegara maupun wisatawan nusantara yang mengunjungi Bukit Lawang.</p>
<p>Selama enam bulan ini, jJumlah wisatawan nusantara yang mengunjungi Bukit Lawang tercatat 16.688 orang dan wisawatan mancanegara sebanyak 4.016 orang.</p>
<p>Kunjungan wisatawan mancanegara yang paling banyak berasal dari negeri Belanda mencapai 1.143 orang, Inggris 587 orang, Jerman 494 orang, Prancis 383 orang, Amerika 229 orang, Australia 213 orang.</p>
<p>Lalu wisatawan dari Swiss, Spanyol, Kanada, Ceko, Italia, Belgia, Polandia, Jepang, Yunani, Finlandia dan dari berbagai negara lainnya, kata Purnama.</p>
<p>Kunjungan wisatawan mancanegara yang terbanyak, menurutnya terjadi<br />
pada bulan April, Mei dan Juni 2010, dikarenakan di negara mereka sedang musim panas.</p>
<p>Diperkirakan para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bukit Lawang setiap orangnya menghabiskan uang Rp2 juta sampai Rp 3 juta per tiga hari, tutur Purnama Dewi Tarigan.***4***<br />
(T.pso-218)</p>
<p>(T.PSO-218/B/S015/S015)</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=28326&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/wisatawan-belanda-paling-banyak-kunjungi-bukit-lawang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurs Rupiah Pagi Turun 10 Poin</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-terkini/kurs-rupiah-pagi-turun-10-poin/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-terkini/kurs-rupiah-pagi-turun-10-poin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 03:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ANTARA Sumut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[kurs rupiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=28234</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News )- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu pagi turun 10 poin, karena pelaku kembali melepas mata uang Indonesia, setelah pada sore hari sempat menguat hingga berada di level Rp9.035 per dolar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar turun menjadi Rp9.045-Rp9.055 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.035-Rp9.045. Direktur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News )- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu pagi turun 10 poin, karena pelaku kembali melepas mata uang Indonesia, setelah pada sore hari sempat menguat hingga berada di level Rp9.035 per dolar.</p>
<p>Nilai tukar rupiah terhadap dolar turun menjadi Rp9.045-Rp9.055 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.035-Rp9.045.</p>
<p>Direktur Currency Management Group, Farial Anwar mengatakan, rupiah sepanjang pekan ini akan berada dalam kisaran sempit antara Rp9.050 sampai Rp9.100 per dolar.</p>
<p>Rupiah juga akan sulit untuk mendekati angka Rp9.000 per dolar, karena Bank Indonesia (BI) akan selalu berada di pasar menjaga pergerakannya, katanya.</p>
<p>Menurut dia, rupiah akan bergerak naik apabila sentimen positif pasar yang kuat mampu mendongkrak posisi rupiah dalam kisaran sempit.</p>
<p>&#8220;Kami memperkirakan rupiah akan dapat bergerak naik, apabila semua faktor positif seperti pemerintah mempercepat pencairan anggaran belanja modal, aktifnya perbankan menyalurkan kredit dan masuknya investor dengan meningkatkan investasi maka sektor infrastruktur dapat memicu ekonomi nasional tumbuh lebih cepat,&#8221; katanya.</p>
<p>Pelaku asing, lanjut dia saat ini bersikap hati-hati dalam melakukan investasi di dalam negeri, mereka kemungkinan menunggu reaksi BI terhadap laju inflasi pada bulan-bulan berikut.</p>
<p>Laju inflasi Nopember mendatang diperkirakan akan meningkat mendorong BI menaikkan BI Rate, namun BI kemungkinan berusaha mempertahankan bunga acuan itu, katanya.</p>
<p>Menurut dia, apabila BI Rate naik sangat berbahaya, karena pelaku asing akan menyerbu instrumen BI dan menempatkan dananya di obligasi pemerintah seperti Surat Utang Negara (SUN).</p>
<p>&#8220;Kami memperkirakan BI akan berusaha menahan, kecuali apabila desakan pasar makin kuat,&#8221; ucapnya.<br />
(h-CS/A024)</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=28234&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-terkini/kurs-rupiah-pagi-turun-10-poin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Sumut Tingkatkan Performa Sukseskan Tahun Kunjungan</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/budaya/pariwisata/museum-sumut-tingkatkan-performa-sukseskan-tahun-kunjungan/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/budaya/pariwisata/museum-sumut-tingkatkan-performa-sukseskan-tahun-kunjungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 12:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Negeri Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[museum negeri Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[tahun kunjungan museum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=28183</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 12/7 (ANTARA) &#8211; Museum Negeri Sumatera Utara tengah giat melakukan berbagai upaya pembenahan untuk meningkatkan performa demi menyukseskan Tahun Kunjungan Meseum 2010. &#8220;Untuk menyukseskan tahun kunjungan museum kita melakukan pembenahan di berbagai aspek pelayanan dan performa, supaya mendapat citra baik di masyarakat,&#8221; kata Kepala Museum Negeri Sumut Sri Hartini di Medan, Senin. Ia menjelaskan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, 12/7 (ANTARA) &#8211; Museum Negeri Sumatera Utara tengah giat melakukan berbagai upaya pembenahan untuk meningkatkan performa demi menyukseskan Tahun Kunjungan Meseum 2010.</p>
<p>&#8220;Untuk menyukseskan tahun kunjungan museum kita melakukan pembenahan di berbagai aspek pelayanan dan performa, supaya mendapat citra baik di masyarakat,&#8221; kata Kepala Museum Negeri Sumut Sri Hartini di Medan, Senin.</p>
<p>Ia menjelaskan, pembenahan pelayanan serta performa itu penting dilakukan, supaya anggapan masyarakat bahwa museum selalu gelap, kotor dan membosankan berubah menjadi sarana wisata sejarah yang mengasyikkan.</p>
<p>Sri menambahkan, untuk meningkatkan apresiasi masyarakat akan keberadaan museum, maka tampilan museum perlu dirubah dan harus berbeda dibanding sebelumnya.</p>
<p>Untuk itu, pihaknya secara khusus mendatangkan ahli &#8220;design interior&#8221; untuk mengubah tampilan museum itu.</p>
<p>Gerakan Nasional Cinta Museum akan berlangsung selama lima tahun hingga 2015. Sehubungan dengan itu Museum Negeri Sumut berupaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap tempat penyimpanan karya para leluhur itu.</p>
<p>Selain itu, untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke museum, Museum Negeri Sumut juga telah merancang berbagai kegiatan, seperti pameran museum bersama yang diikuti berbagai museum di Indonesia. ***4*** (T.pso-023/C/R014/R014) 12-07-2010 11:25:18</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=28183&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/budaya/pariwisata/museum-sumut-tingkatkan-performa-sukseskan-tahun-kunjungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Objek Wisata Medan Dinilai Kurang Promosi</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-terkini/objek-wisata-medan-dinilai-kurang-promosi/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-terkini/objek-wisata-medan-dinilai-kurang-promosi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 06:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[kurang promsoi]]></category>
		<category><![CDATA[objek wisata Medan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=27995</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 8/7 (ANTARA) &#8211; Objek-objek wisata di Kota Medan cenderung kurang promosi, sehingga minat wisatawan untuk berkunjung ke kota itu menjadi sangat kurang. &#8220;Objek wisata di Medan sangat banyak, namun karena kurangnya promosi, minat wisatawan berkunjung juga minim,&#8221; kata pemandu wisata di Medan, M Yusuf, Kamis. Menurut dia, Pemerintah Kota Medan kurang mempromosikan tempat-tempat wisata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, 8/7 (ANTARA) &#8211; Objek-objek wisata di Kota Medan cenderung kurang promosi, sehingga minat wisatawan untuk berkunjung ke kota itu menjadi sangat kurang.</p>
<p>&#8220;Objek wisata di Medan sangat banyak, namun karena kurangnya promosi, minat wisatawan berkunjung juga minim,&#8221; kata pemandu wisata di Medan, M Yusuf, Kamis.</p>
<p>Menurut dia, Pemerintah Kota Medan kurang mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada, baik di dalam negeri maupun ke mancanegara, sehingga tidak ada peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan dari tahun ke tahun.</p>
<p>Yusuf yang sudah bekerja sebagai pemandu wisata selama hampir 11 tahun mengaku, kebanyakan wisatawan mancanegara yang datang ke Sumut khususnya ke Kota Medan sering mengeluh karena sulit mendapatkan informasi wisata.</p>
<p>&#8220;Turis selalu mengeluh karena sulitnya mendapatkan informasi objek wisata di Medan. Seharusnya pemerintah membuat website yang seluruh kontennya mengenai pariwisita yang ada, jadi semua orang bisa mengakses dengan mudah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia menambahkan, Dinas Pariwisata juga berperan aktif dalam pelestarian tempat wisata yang ada, karena selama ini perawatan objek-objek wisata dinilai masih berkurang.</p>
<p>&#8220;Tempat-tempat wisata kurang perawatan dan kita bisa melihat sendiri kebersihan wisata juga tidak terjaga. Padahal kebersihan dan kealamian itu faktor pendukung turis ingin datang kembali ke Indonesia,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Alimuddin Sidabalok menyebutkan, untuk Mei 2010 jumlah wisman yang berkunjung ke Sumut justru mengalami peningkatan dengan jumlah 15.959 orang dibandingkan dengan April 2010 yang hanya 15.091 orang.</p>
<p>&#8220;Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 15,91 persen pada Mei 2010 dari 13.768 orang pada bulan yang sama di 2009,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hingga saat ini jumlah wisman terus didominasi asal Malaysia dengan jumlah pengunjung 9.123 orang, diikuti wisman asal Singapura dengan 828 orang.</p>
<p>Peningkatan jumlah wisman pada Mei 2010 dibanding dengan bulan sebelumnya disebabkan naiknya wisman dari Korea Selatan hingga 21 kali lipat sebanyak 65 orang dari sebelumnya hanya tiga orang pada April 2010, katanya. ***2***<br />
(T.pso-022/B/R014/R014) 08-07-2010 16:28:06</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=27995&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-terkini/objek-wisata-medan-dinilai-kurang-promosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurs Rupiah Pagi Turun</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kurs-rupiah-pagi-turun/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kurs-rupiah-pagi-turun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 03:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ANTARA Sumut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[dolar as]]></category>
		<category><![CDATA[kurs rupiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=27940</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News)- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis pagi masih turun dalam kisaran sempit, karena pelaku pasar belum aktif dengan tidak adanya faktor penggerak pasar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah 15 poin menjadi Rp9.065-Rp9.075 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.050-Rp9.060. Direktur Currency Management Group, Farial Anwar di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Jakarta  (ANTARA News)- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank  Jakarta, Kamis pagi masih turun dalam kisaran sempit, karena pelaku  pasar belum aktif dengan tidak adanya faktor penggerak pasar.</p>
<div>
Nilai  tukar rupiah terhadap dolar melemah 15 poin menjadi Rp9.065-Rp9.075 per  dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.050-Rp9.060.</p>
<p>Direktur  Currency Management Group, Farial Anwar di Jakarta, Kamis mengatakan,  rupiah cenderung berkisar antara Rp9.050 sampai Rp9.100 per dolar yang  telah berlangsung sejak dua pekan lalu.</p>
<p>Hal ini terjadi karena  pelaku lokal masih menunggu reaksi dari pelaku asing, setelah adanya  upaya dari Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga kredit bank.</p>
<p>BI  mengharapkan bunga kredit bank bisa turun dalam upaya memicu ekonomi  nasional bisa tumbuh di atas enam persen, tuturnya.</p>
<p>Farial Anwar  mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional saat ini hanya didukung sektor  konsumsi, apabila sektor produksi yang mulai bergerak tumbuh lebih baik  lagi maka pertumbuhan ekonomi nasional akan dapat melewati angka 5,7  persen.</p>
<p>Karena itu BI mengharapkan perbankan segera meningkatkan  pertumbuhan kredit yang diharapkan bisa mencapai hingga 24 persen yang  saat ini hanya sekitar 20 persen, katanya.</p>
<p>Sebelumnya Bank Dunia  menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,7 persen dinilai  lambat, karena itu pemerintah diharapkan segera mencairkan anggaran  belanja modal lebih cepat.</p>
<p>Menurut dia, peluang rupiah untuk  menguat sebenarnya cukup besar, apabila semua rencana dari pemerintah  berjalan dengan lancar, meski pertumbuhan ekonomi global masih tak  menentu.</p>
<p>Pemerintah kemungkinan akan fokus pada pertumbuhan  ekonomi dengan melakukan perdagangan di kawasan Asia yang tumbuh lebih  pesat dibanding kawasan Eropa dan Amerika Serikat, katanya.<br />
(h-CS/A024)</p></div>
</div>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=27940&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kurs-rupiah-pagi-turun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisman ke Masjid Raya Medan Menurun</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kunjungan-wisman-ke-masjid-raya-medan-menurun/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kunjungan-wisman-ke-masjid-raya-medan-menurun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 03:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ANTARA Sumut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Al Mashun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=27934</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 8/7 (ANTARA) &#8211; Kunjungan wisatawan mancanegara ke objek wisata di Kota Medan khususnya ke Masjid Raya Al Mashun pada musim liburan kali ini menurun dan diduga dampak dari pagelaran Piala Dunia 2010. Petugas Masjid Raya Al Mashun Medan, Sutomo (53), Rabu, mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) memang mengalami penurunan dibanding hari biasanya. &#8220;Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, 8/7 (ANTARA) &#8211; Kunjungan wisatawan mancanegara ke objek wisata di Kota Medan khususnya ke Masjid Raya Al Mashun pada musim liburan kali ini menurun dan diduga dampak dari pagelaran Piala Dunia 2010.</p>
<p>Petugas Masjid Raya Al Mashun Medan, Sutomo (53), Rabu, mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) memang mengalami penurunan dibanding hari biasanya.</p>
<p>&#8220;Di awal Juli 2010 ini pengunjung masih berjumlah 81 orang dari berbagai negara, seperti dari Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Belanda, Jerman, Ukraina, Australia, Austria, Spanyol dan juga dari negara-negara di Asia,&#8221; katanya.</p>
<p>Penurunan itu bisa juga diakibatkan karena wisman lebih banyak mengunjungi daerah di luar Medan.</p>
<p>Diberitahukan dia, pengunjung justru lebih banyak datang pada hari biasa yang bisa mencapai puluhan wisman per hari dan kebanyakan didominasi wisman dari Eropa.</p>
<p>&#8220;Pada bulan lalu saja, pengunjung hanya berkisar 200 orang dan itu cenderung sedikit apabila dibanding bulan-bulan sebelumnya yang bisa mencapai 300 orang per bulannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Masjid Raya Al Mashun Medan merupakan salah satu peninggalan dari Kesultanan Deli yang berdiri pada tahun 1906 M, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Ma&#8217;mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.</p>
<p>Wisman yang berkunjung, kata dia, ingin melihat langsung komponen-komponen budaya yang mendominasi arsitektur dan ragam hias Masjid Raya Al Mashun yang pada umumnya berasal dari arsitektur Islam khususnya Mesir (periode Mamluk yang berlanjut sedikit pada periode Ottoman).</p>
<p>Selain itu Spanyol (Andalusia) dan Maghribi, India (periode Mughal Architecture), serta Arab (Timur Tengah), sedangkan komponen-komponen yang berasal dari Eropa (Kolomal) merupakan komponen pelengkap saja.</p>
<p>&#8220;Pengunjung yang datang biasanya juga ingin melihat makam-makam para Sultan yang berkuasa di Kesultanan Deli pada masa itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Pihaknya berharap, ke depannya semakin banyak wisman yang berkunjung untuk meningkatkan pariwisata di Kota Medan. &#8220;Kita selalu siap untuk memberikan informasi mengenai bangunan masjid yang indah dan megah, serta memperlihatkan kemakmuran kesultanan Deli sebagai salah satu Kerajaan Islam yang besar di kawasan ini,&#8221; katanya. ***2***<br />
(T.pso-022/B/R014/R014)</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=27934&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/kunjungan-wisman-ke-masjid-raya-medan-menurun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TPK Hotel di Sumut Naik 38,66 Persen</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/tpk-hotel-di-sumut-naik-3866-persen/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/tpk-hotel-di-sumut-naik-3866-persen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 00:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Alimuddin Sidabalok]]></category>
		<category><![CDATA[badan pusat statistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=27879</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 6/7 (ANTARA) &#8211; Data Badan Pusat Statistik Sumatera Utara menunjukkan, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di daerah itu mengalami peningkatan sekitar 38,66 persen pada Mei 2010. Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Alimuddin Sidabalok di Medan, Selasa, mengakui tingkat penghunian kamar (TPK) pada Mei 2010 mengalami kenaikan 0,22 poin dibanding TPK hotel pada April [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, 6/7 (ANTARA) &#8211; Data Badan Pusat Statistik Sumatera Utara menunjukkan, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di daerah itu mengalami peningkatan sekitar 38,66 persen pada Mei 2010.</p>
<p>Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Alimuddin Sidabalok di Medan, Selasa, mengakui tingkat penghunian kamar (TPK) pada Mei 2010 mengalami kenaikan 0,22 poin dibanding TPK hotel pada April yang hanya sebesar 38,44 persen.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan klasifikasi hotel, TPK hotel bintang lima mencapai 48,51 persen dan merupakan TPK hotel tertinggi dibanding kelas hotel berbintang lainnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menjelaskan, TPK gabungan untuk semua hotel berbintang pada Mei 2010 mengalami peningkatan 0,22 poin. Hotel bintang lima naik 4,10 poin, bintang dua dengan 3,10 poin dan bintang satu 1,91 poin.</p>
<p>Sedangkan hotel bintang empat justru mengalami penurunan TPK sebesar 3,61 poin dan hotel bintang tiga 2,98 poin.</p>
<p>Alimuddin menambahkan, rata-rata lama tamu menginap secara agregat baik tamu asing maupun domestik di hotel berbintang di Sumut pada Mei 2010 mencapai 1,56 hari.</p>
<p>&#8220;Hal itu mengalami kenaikan 0,14 hari apabila dibandingkan rata-rata lama menginap tamu pada April 2010,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Untuk tamu asing, kata dia, pada Mei 2010 mengalami kenaikan 0,41 hari jika dibandingkan pada April 2010 lalu. Sedangkan, untuk tamu domestik juga naik 0,08 hari dibandingkan April 2010.</p>
<p>&#8220;Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing pada Mei 2010 sebesar 1,99 hari, lebih tinggi dibandingkan tamu domestik yang hanya 1,48 hari,&#8221; tambahnya. ***2***<br />
(T.pso-022/C/R014/R014)</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=27879&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/tpk-hotel-di-sumut-naik-3866-persen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pergelaran Seni Budaya</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/foto/pergelaran-seni-budaya/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/foto/pergelaran-seni-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 18:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>septianda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Slideshow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=27155</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN, 18/6 &#8211; PERGELARAN SENI BUDAYA. Sejumlah penari dari sanggar Taman Budaya Sumut menampilkan tarian Karo pada pembukaan Pergelaran Seni Sastra, Seni Musik, Seni Teater dan Seni Tari di Medan, Sumut, Jumat (18/6). Kegiatan yang berlangsung 18 hingga 19 Juni 2010 itu dalam rangka melestarikan nilai budaya kesenian dan meningkatkan kecintaan terhadap budaya Sumatera Utara. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN, 18/6 &#8211; PERGELARAN SENI BUDAYA. Sejumlah penari dari sanggar Taman Budaya Sumut menampilkan tarian Karo pada pembukaan Pergelaran Seni Sastra, Seni Musik, Seni Teater dan Seni Tari di Medan, Sumut, Jumat (18/6). Kegiatan yang berlangsung 18 hingga 19 Juni 2010 itu dalam rangka melestarikan nilai budaya kesenian dan meningkatkan kecintaan terhadap budaya Sumatera Utara. Foto antarasumut.com/Septianda Perdana/10</p>

<a href='http://www.antarasumut.com/foto/pergelaran-seni-budaya/attachment/pagelaran-seni-180610-3/' title='PAGELARAN SENI 180610-3'><img width="150" height="150" src="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2010/06/PAGELARAN-SENI-180610-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="PAGELARAN SENI 180610-3" title="PAGELARAN SENI 180610-3" /></a>
<a href='http://www.antarasumut.com/foto/pergelaran-seni-budaya/attachment/pergelaran-seni-180610-1/' title='PERGELARAN SENI 180610-1'><img width="150" height="150" src="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2010/06/PERGELARAN-SENI-180610-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="PERGELARAN SENI 180610-1" title="PERGELARAN SENI 180610-1" /></a>
<a href='http://www.antarasumut.com/foto/pergelaran-seni-budaya/attachment/pergelaran-seni-180610-4/' title='PERGELARAN SENI 180610-4'><img width="150" height="150" src="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2010/06/PERGELARAN-SENI-180610-4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="PERGELARAN SENI 180610-4" title="PERGELARAN SENI 180610-4" /></a>

<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=27155&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/foto/pergelaran-seni-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komisi X DPR Kritik Pengembangan Wisata di Sumut</title>
		<link>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/komisi-x-dpr-kritik-pengembangan-wisata-di-sumut/</link>
		<comments>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/komisi-x-dpr-kritik-pengembangan-wisata-di-sumut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 07:16:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[anggota dpr]]></category>
		<category><![CDATA[berita medan]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata sumut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antarasumut.com/?p=27128</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 22/6 (ANTARA) &#8211; Para anggota Komisi X DPR RI mengkritik perkembangan dunia pariwisata di Sumatera Utara, khususnya Danau Toba yang tidak mengalami kemajuan berarti dalam beberapa tahun terakhir. &#8220;Pejabat Sumut kurang serius membina dunia pariwisata,&#8221; kata anggota Komisi X DPR RI Eko Hendro Purnomo dalam pertemuan dengan jajaran Pemprov Sumut di Medan, Selasa. Ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, 22/6 (ANTARA) &#8211; Para anggota Komisi X DPR RI mengkritik perkembangan dunia pariwisata di Sumatera Utara, khususnya Danau Toba yang tidak mengalami kemajuan berarti dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>&#8220;Pejabat Sumut kurang serius membina dunia pariwisata,&#8221; kata anggota Komisi X DPR RI Eko Hendro Purnomo dalam pertemuan dengan jajaran Pemprov Sumut di Medan, Selasa.</p>
<p>Ketika melakukan kunjungan kerja ke Danau Toba dan kawasan wisata Tomok di Kabupaten Samosir pada 21 Juni 2010, Eko mengaku tidak melihat adanya perkembangan yang dilakukan pemerintah daerah.</p>
<p>Kondisi Danau Toba dan kawasan wisata Tomok saat ini hampir tidak ada bedanya ketika dikunjungi pada tahun 80-an.</p>
<p>Politisi yang juga berprofesi sebagai presenter itu mengaku kondisi Danau Toba dan kawasan wisata Tomok saat ini tidak berubah ketika dikunjunginya saat masih duduk di sekolah dasar.</p>
<p>Pihaknya menilai kalangan pembuat keputusan di Sumut kurang memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship) untuk menjadikan berbagai potensi wisata itu sebagai sumber pemasukan daerah.</p>
<p>Malah ketika berdialog dengan pejabat di jajaran Pemkab Samosir, faktor tidak adanya bantuan dari pemerintah pusat disebutkan sebagai penyebab tidak berkembangnya dunia pariwisata di Sumut itu.</p>
<p>Memang, kata Eko, jumlah kunjungan wisatawan ke Sumut cukup besar jika dilihat dari laporan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).</p>
<p>Namun kunjungan itu bukan karena adanya promosi atau ketertarikan dengan pengembangan potensi wisata, melainkan karena adanya nama besar Danau Toba yang telah cukup dikenal.</p>
<p>&#8220;Kalau di sini saja tidak memiliki kepedulian, bagaimana pula kami mau peduli,&#8221; kata politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.</p>
<p>Padahal, kata Eko, potensi pariwisata di Sumut sangat besar, seperti Danau Toba yang sudah terkenal hingga di dunia internasional.</p>
<p>&#8220;Danau Toba memang membanggakan tetapi sekarang tidak ada apa-apanya. Padahal kalau dikembangkan, Bali pun bisa kalah,&#8221; katanya.</p>
<p>Kritik tentang rendahnya pengembangan potensi pariwisata di Sumut juga disampaikan anggota Komisi X DPR RI yang lain, Tengku HM Faisal Amin yang merupakan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).</p>
<p>Sebagai anggota DPR yang berasal dari Aceh, Tengku HM Faisal Amin mengaku sering berkunjung ke Danau Toba mengungkapkan kerisauannya terhadap kondisi lokasi wisata itu.</p>
<p>&#8220;Namun Danau Toba yang dulu jauh lebih bagus dari sekarang,&#8221; katanya.</p>
<p>Gubernur Sumut Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya meningkatkan fasilitas menuju Danau Toba untuk mempermudah wisatawan berkunjung ke tempat itu.</p>
<p>Salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan dan memperpanjang lintasan di Bandara Silangit yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Danau Toba.</p>
<p>&#8220;Kalau naik kendaraan, hanya sekitar 45 menit ke Danau Toba,&#8221; kata Gubernur. ***2***</p>
<p>(T.I023/B/S015/S015)</p>
<img src="http://www.antarasumut.com/?ak_action=api_record_view&id=27128&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antarasumut.com/berita-sumut/komisi-x-dpr-kritik-pengembangan-wisata-di-sumut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
