Foto: Kekerasan Pengunjuk Rasa Protap Terhadap Ketua DPRD Sumut

Foto: Kekerasan Pengunjuk Rasa Protap Terhadap Ketua DPRD Sumut

Medan, 3/2 (www.antarasumut.com) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) H Azis Angkat dipastikan meninggal setelah sebelumnya terjatuh dan pingsan akibat ditarik-tarik dan dipukul massa pendukung pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap), yang melakukan aksi unjukrasa di depan halaman gedung DRPD Sumut,Selasa.

Foto: Irsan Mulyadi

Bookmark and Share

Artikel ini telah dibaca 100 kali.

Popularity: 41% [?]

21 Respon untuk “Foto: Kekerasan Pengunjuk Rasa Protap Terhadap Ketua DPRD Sumut”

  1. popay says:

    Kasus ini harus dituntut tuntas. Bila perlu seret para aktor intelektual dibalik kekerasan massa protap pengunjuk rasa. Aparat polisi sebenarnya juga sudah tahu siapa2 “dalangnya”. Kalau terkesan justru ragu2, copot saja Kapoldasu dan Kapoltabes Medan yang dianggap lalai memberikan perlindungan bagi Ketua DPRD Sumut di saat situasi “memanas”.
    Kalau perlu Gubernur juga dianggap bertanggungjawab karena memberi sinyal hijau bagi mulusnya protap yang membuat massa nekad .Bila tidak, dikhawatirkan situasi Sumut memanas pasca meninggalnya Azis Angkat dengan munculnya massa tandingan “Kontra Protap”.
    Bila ini terjadi Gubsu Syamsul Arifin beserta Kapoldasu harus bertanggungjawab. Mau tidak mau, suka tidak suka pemerintah pusat harus “awas” terhadap siutusi “api dalam sekam” ini yang bisa menjebak masyarakat Sumut terlibat Perang “Muslim-Kristen” pada akhirnya. Mengerikan…..

  2. amat says:

    Aparat mesti extra hati-hati dalam menyikapi kasus ini. Masyarakat Sumut sudah dewasa dan tidak akan terjebak perang dimaksud. Selidiki dengan tuntas dan seret dalang intlektualnya sampai ke akar-akarnya

  3. Citra Milala says:

    Saya pribadi sangat menyayangkan sikap anarkis dari teman-teman demonstran, apakah untuk menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan harus dengan cara kekerasan? Saudaraku……. marilah kita coba untuk intropeksi diri, apakah tidak ada lagi cara yang lebih santun dalam menyapaikan aspirasi? Wahai… pemimpin bangsaku, dengarkan juga jeritan rakyatmu, sehingga amarahnya tidak bangkit.
    Untuk pak polisi…. tingkatkan kinerjamu… karena kau sering dikambing hitamkan.

    Selamat jalan Bapak Aziz Angkat, kamu telah memberikan senyummu yang penuh makna terakhir padaku, disaat rapat sesi I (PAW anggota DPRD).

  4. skydrugz says:

    kejadian yang patut disayangkan. tapi itu sudah takdir.

  5. artur says:

    demokrasi yang kebablasan, pendidikan yang kurang, pengetahuan akan demokrasi yang dangkal, solusi yang dangkal, dsb.

    inilah salah satu gambaran pendidikan yang dangkal bagi masyarakat kota medan secara khusus dan masyarkat Indonesia secara umum.
    pengetahuan akan demokrasi yang baik sangatlah dangkal,sperti apa yang telah terjadi pada hal kasus pembentukan protab itu..

    apa itu protab??
    apa itu otonomi?
    apa itu kebebasan berpendapat??
    saya yakin, untuk saat ini masyarakat medan tdak bisa menjawb nya dengan baik dan benar.

    memalukan!!!!!…..

    dikasi hati minta jantung, itulah gambaran pemahaman otonomi dan demokrasi yang ada pada masyakrat Indonesia scara umum.
    d kasi otonomi minta kemerdekaan.

    TOLAK PROTAP, ORANG BODOH YANG MENGINGKAN PROTAB.
    TOLAK TINDAKAN ANARKIS!!!!!!!!!!!!…….

  6. forlan says:

    ini harus diusut tuntas beserta aktor intelektualnya. jika tidak akan menimbulkan konflik SARA yang hebat.

  7. septu says:

    Horas… dongan sahuta.
    Saya sangat prihatin mendengar berita ini, ini sangat keterlaluan dan memalukan, Warga Sumut perlu menyikapi kejadian ini dan membuatnya sebagai pelajaran berharga.Ini namanya membunuh masa depan sendiri.Saya yakin cita-cita Protap akan semakin gelap atas kejadian ini.Perlu sikap kedewasaan menuju suatu tujuan, bukan membuat kerusuhan yang menelan korban. Yang anda bunuh itu wakil anda sendiri.
    Buat dongan sahuta,,, anda jangan terpropokasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, demokrasi itu tak perlu memakai otot kekar dan mulut yang lebar, sampaikanlah dengan akal yang sehat….
    Mauliate…..

  8. Haryono says:

    lagi,bukti kegagalan negara melindungi warganya dari aksi anarkism dan brutalism……POLRI adalah wujud eksistensi dari Negara yang berlandaskan Hukum ,jika POLRI saja tidak mampu ,harus kemana rakyat mencari perlindungan? akan timbul ketidakpercayaan masyarakat kepada POLRi yang berakibat timbulnya pengamanan intern ,yang akhirnya menjadi pemicu konflik ,dan main hakim sendiri

  9. naff says:

    pendemo anarkis pembunuh. hormatialh yang tua, bukan malah dibunuh. kalian dibesarkan dan di didik oleh negara ini utnuk menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. tapi apa yang kalian tunjukkan?? dimana moral kalian?? pemekaran itu hanyalah masalah politik demi kepentingan sekelompok orang yang ingin berkuasa. sadar gak seh yang ikut demo itu, kalau sehabis demo mereka makan apa?? bodoh!

  10. Joano says:

    Pengunjuk rasa harus tau diri juga donk, kasihan kan udah tua maen pukuL aja, emang gak boleh ngomong baek2, dasar pembunuh goblok, gak tau diri.
    mau jadi apa bangsa ini, klo bawaannya brutaL terus, goblok bgt, pendemo bodok, mati aja loe…
    semoga gak ada lagi yg kayak gitu…
    Bisanya ngerusak doang, daasar orang bodok gak bisa mikir…

  11. sulaiman says:

    Para demonstran yang bertindak brutal dan barbar apa yang kau cari, walaupun jadi pemekaran engkau tidak dapat apa-apa.

  12. brigel lumban raja says:

    horas sumut……………..!!!!!
    hari ini kita menuntut pemekaran hingga menewaskan wakil kita sendiri (Orang Tua Kita Sendiri), coba tanya diri sendiri apa tujuannya ???? mungkin besok karna kurang puas kita meminta pemisahan dari indonesia siapa lagi yang menjadi korban???.
    coba kita melihat sejarah……….., klu pelajaran sejarah waktu kita SD nenek moyang kita di adudomba oleh penjajah hingga mereka saling membunuh. setelah merdeka kita bukannya mengisi kemerdekaan dengan baik, Ehhh ……… malah kita di adudomba dengan cara berdemonstrasi oleh orang-orang yang gila jabatan, harta, dan kekuasaan.
    negera kita sekarang memang sudah kaya akan demonstran, kekerasan, adu pendapat, yang tak tahu apa gunanya, dan tidak bisa dibanggakan ke negara – negara lain, tetapi menjadi hal yang memalukan.
    coba kita melihat negara – negara yang dulunya jauh tertinggal dibanding negara kita, mereka sekarang sudah kaya.
    nah apa yang meraka perbuat, apakah mereka melakukan demonstrasi dengan kekerasan atau membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. tidak…. bukan itu saudaraku.
    meri dari diri kita sendiri mengubah diri kita yang akan menjadi keuntungan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar, negara bahkan dunia. jangan mau diprovokasi, jangan mau dibeda-bedakan dengan apapun dengan yang lain. karna yang pasti kita semua adalah saudara.

  13. sahala says:

    menurut hemat saya , diantara pendemo yang paling bodoh dan tolol adalah mahasiswa yang ikut berdemo, kalian tidak pakai otak, bodoh capek capek dosen kalian mengajari etika , malah bunuh orang, makanya kalau kuliah itu jangan minum tuak aja kerjanya , biar tidak ditunggangi orang. Kasihan betul ayah dan mak kalian, bukannya jadi sarjana eh malah dapat gelar SPP ( Sarjana Penjara Protap)

  14. sahala says:

    Mohon kepada Menteri Pendidikan Nasional agar segera mencabut izin Universitas SMRAJA karena salah satu Petinggi Un.SM RAJA tega memperalat mahasiswanya dengan membayar 25.000 untuk membunuh ketua DPRD. Dosen bejat dan sudah seharusnya diadili bila perlu dilempari pake sepatu

  15. daniel says:

    kami bagian dari negara indonesia, yang hanya ingin punya otonomi. kenapa provinsi yang lain bisa. kami tidak. tidak layak kata kamu kenapa? karena kami tahu jg otonomi itu bagian dari, demokrasi kita. makanya jangan halang-halangi.

  16. ayub says:

    Massa Protab itu sepertinya sudah mempersiapkan bahwa Ketua DPRD Sumut harus “diambil”. Itu terbukti dari peti mati yang mereka bawa. Peti mati itu peti mati betulan dan sangat mewah. Tentu saja harga peti mati itu jutaan rupiah. Tapi mungkin, tidak semua dari pentolan-pentolan Protab itu yang menginginkan Azis Angkat di habisi. Mungkin ada sekenario lain dari seseorang yang dendam kepada Azis Angkat. Orang ini kemudian (mungkin) yang menyuruh beberapa orang untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan itu. Sungguh di luar rencana bukan?

  17. sri says:

    perbuatan yang sangat tidak terpuji…
    sebenarnya masalah ini tidak perlu diperpanjang jika kasus protap segera terealisasi.
    tapi sebagai rakyat biasa, saya hanya turut prihatin atas semua kejadian ini.l

  18. daniel sibaran says:

    para pejuang protap, tetap semangat jangan mudah menyerah sudah bagian dari hak azasi kita untuk bisa mengatur daerah kita sendiri. penjara bukan salah satu cara membungkam suara kebenaran, kegelisahan para penderita yang hidup akibat perbedaan atau kesenjangan sosial akibat dari pembangunan yang tidak merata. hidup protap . jaya tanah batak

  19. RONAL TAMBUNAN says:

    ga usah banyak ngomong lah…
    orang anarki gara” ada penyebabnya…!
    contoh: kalu permohonan/permintaan anda tidak dipenuhi gimana perasaan anda?!
    pa lagi sok dipersulit?!

    tu akka dongan sahuta na sok pintar manang berpendidikan :
    nga di boto akka di hutai akka jolma nahurang baik bidang pengetahuan maupun materi, boasa dang di ajari jala di bantu ho poang?! manang bantu nian menyampaikan aspirasi secara baik.. molo sanggup ho dah..! dang hu boto, namaila do lae gabe halak batak?!!! makana mulak ho tu huta ni oppung…! asa botoon mu lungun jagiring…!

    BATAK mengatakan : PROTAP harus JADI….! sampai TITIK DARAH PENGHABISAN…………!!!
    HORAS……….!!!!

    LANJUTKAN…….!!!!!!!!!!!!!!

  20. sang jendral says:

    kasihan mahasiswa yg terlibat jelas semua ini ada dalangnya pertama candra pangebean dan kelompoknya pprn serta gubsu si jagonya ijazah palsu dan beberapa lembaga lsm seperti lsm lira, hendrik halomoan sitompul semoga perbuatan mereka ini mendapat balasan yang setimpal dari TYME mari serahkan saja pada yang pencipta semoga pak AZIS MENDAPAT TEMPAT DISISNYA AMIN.

  21. abdulah says:

    Kelalaian petugaslah yang menyebabkan ini terjadi. Bagaimana mungkin memaksakan tuntutan yang gak jelas….kenapa peristiwa kerusuhan mei 98 tidak diproses. Penegakan Hukum yang tidak Adil. Apa yang ditanam itu yang akan di tuai.

Tinggalkan Komentar