8 February 2010 Pukul 17:50 WIB

Print This Post

         Teheran, 7/2 (ANTARA/Reuters) – Iran berhasil menguji pesawat pengecoh radar, kata panglima pada Minggu, dalam pengumuman terkini kemajuan teknologi negara itu saat menandai hari jadi revolusi Islamiah pada 1979.

        Kantor berita setengah resmi Fars, dengan mengutip keterangan petinggi angkatan udara Aziz Nasirzadeh, menyatakan jenis pesawat pengecoh radar itu sudah diujiterbangkan.

        “Contoh pesawat ini menyelesaikan semua uji mengelakkan radar, yang kami siapkan,” katanya, “Kami menilai data dari uji terbang itu dan akan membuatnya sesudah menyelesaikan uji tambahan.”
   Iran terlibat perselisihan dengan Barat atas kegiatan nuklirnya dan sering mengumumkan kemajuan dalam kemampuan ketentaraannya, dalam upaya diduga untuk menunjukkan kesiapannya menghadapi serangan dari mana pun.

        Pada Sabtu, Iran secara resmi memulai membuat dua peluru kendali baru, kata media negara, tiga hari sesudah meluncurkan roket, yang dapat membawa satelit.

        Padau 1-11 Februari, Iran memperingati 31 tahun revolusi Islam, yang menumbangkan shah dukungan Amerika Serikat.

        Iran pada tengah pekan lalu menyatakan berhasil meluncurkan roket pengantar satelit buatan dalam negeri.

        Kavoshgar 3 (Penjelajah 3) membawa satu hewan pengerat, dua kura-kura dan beberapa cacing ke antariksa serta membawa semua hewan itu kembali ke Bumi dalam keadaan hidup, kata kantor berita mahasiswa Iran (ISNA).

        Roket penelitian dengan panjang 10 kaki (sekitar tiga meter) itu juga dapat membawa data elektronik dan gambar tayangan langsung ke Bumi.

        Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi mengumumkan keberhasilan peluncuran pesawat antariksa itu dalam upacara di Teheran untuk memperingati Hari Teknologi Antariksa Iran.

        Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Menteri Komunikasi dan Tekenologi Informasi Reza Taqipour, Menteri Teknologi, Riset dan Sains Kamran Daneshju, dan Menteri Pendidikan Hamidreza Hajibabaii juga menghadiri acara tersebut.

        Selain itu, tiga satelit baru buatan dalam negeri –Tolou (Matahari Terbit), Mesbah 2 (Lentera 2), dan Nvid (Tanda Menjanjikan)– serta satu mesin baru pembawa satelit, Simorgh 3, diungkapkan dalam upacara tersebut.

        Simorgh 3 akan meluncurkan satelit baru Iran ke antariksa.

        Ahmadinejad menyatakan Iran berharap mengirim antariksawan ke angkasa luar pada satu hari.

        Presiden Iran itu menambahkan bahwa Iran ingin memulai kerja sama teknologi dengan negara lain.

        Menteri pertahanan Iran menyatakan kegiatan antariksa Iran sepenuhnya bersifat damai.

        “Iran takkan menenggang penggunaan tidak damai oleh negara mana pun,” kata Vahidi tentang pemanfaatan antariksa.

        Ia juga menyatakan satelit baru diungkapkan itu akan diluncurkan ke antariksa oleh pesawat pengantar satelit Simorgh.

        Laporan televisi negara menyatakan alat angkut satelit Simorgh berbobot 87 ton.

        Pada setahun lalu, Iran meluncurkan satelit buatan dalam negeri ke orbit untuk pertama kali, satu tahap mengkuatirkan Barat, yang mencemaskan negara tersebut berupaya membuat bom nuklir dan tata peluncuran peluru kendali.

        Iran, penghasil kelima terbesar minyak dunia, menyatakan kegiatan nuklirnya hanya untuk membangkitkan tenaga listrik.

        Teheran menyatakan peluncuran satelit Omid pada tahun lalu adalah untuk kebutuhan telekomunikasi dan penelitian.

        Teknologi balistik jarak jauh, yang digunakan untuk menempatkan satelit ke orbit, dapat digunakan untuk meluncurkan hulu ledak, tapi Iran menyatakan tidak punya rencana melakukan itu.

       (Uu.B002/A/M043)
(Uu.SYS/C/B002/A/M043) 08-02-2010 17:22:47

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment