Medan, 3/6 (ANTARA)- Ketua Pelaksana Dewan Pimpinan Wilayah  Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sumatera Utara, Mustafa Ismail menegaskan, kader partainya solid mendukung pasangan calon presiden/wakil presiden SBY-Boediono.

Pernyataan itu menjawab isu-isu perpecahan di tubuh PKS menyusul mengemukanya soal jilbab istri pasangan capres JK-Wiranto. “Bagi PKS Sumut keputusan mendukung SBY-Boediono sudah final,” katanya kepada ANTARA di Medan, Rabu.

Diakui, pihaknya harus bekerja keras untuk menjelaskan dan meyakinkan kader PKS di akar rumput mengenai masalah jilbab istri salah satu pasangan capres.

Sejauh ini kader dapat menerima dan mendukung sepenuhnya apa yang telah diputuskan partai. Artinya sampai saat ini pasangan SBY-Boediono masih tetap yang terbaik.

“Masalahnya yang jadi presiden kan suaminya bukan istrinya,” kata Mustafa.

Sebagai langkah untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono, DPW PKS Sumut terus melakukan konsolidasi ke daerah-daerah kabupaten/kota.

Sementara kader di daerah telah disiapkan untuk terjun langsung menyampaikan sosialisasi ke masyarakat.

Memasuki masa kampanye pilpres, Mustafa menjelaskan, partainya tidak ada membuat jadwal kampanye pilpres sendiri dan untuk kampanye terbuka diserahkan kepada tim pemenangan yang terdiri dari gabungan partai pendukung SBY-Boediono.

“Sudah ada tim pememenangan yang menyusun jadwal kampanye SBY-Boediono di Sumut,” katanya menambahkan.

Jadwal kampanye baru disusun, Kamis (4/6) ini oleh tim pemenangan diikuti seluruh pengurus partai pendukung pasangan SBY-Boediono.

“Saat ini Saya belum punya jadwal kampanyenya dan tidak tahu kapan persisnya akan dilakukan kampanye akbar, dan siapa juru kampanyenya,” ucapnya.

Di luar itu PKS Sumut katanya, terus melakukan sosialisasi kepada kader karena merekalah ujung tombak untuk mengumpulkan suara dukungan.***1***

(T.PSO-019/B/S015/S015) 03-06-2009 18:00:42

Tags

 

1 Comment

  1. dewi says:

    pak npa ad yg gk lulus
    5

Leave a Comment