Medan, 3/6 (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menemukan 1.000 nama daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres 2009 yang diduga ganda, sehingga pihak KPU terus melakukan pemeriksaan terkait penemuan tersebut.

“Sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2009 kami melakukan pemeriksaan DPT  dengan mamasukkan data di program komputer dan dari data yang kami dapatkan ada sekitar 1.000 nama pemilih ganda,” kata anggota KPU Kota Medan, Rahmat Kartolo Simanjuntak, di Medan, Rabu.

KPU Kota Medan tidak dapat memastikan, dengan ditemukannya nama ganda tersebut apakah sebuah kecurangan menjelang pelaksaan pilpres 8 Juli mendatang.

“Terkait dengan penemuan ini, besok kami akan memanggil Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan akan menanyakan tentang akurasi data yang kami terima ini,” katanya.

Jika nama pemilih bersangkutan yang ditemukan ganda, namun orangnya berbeda, maka tidak ada masalah, tapi jika orangnya sama namun tempat pemungutan suara (TPS) berbeda, maka yang bersangkutan harus memilih.

“Misalnya nama X ada dua, maka harus dikroscek apakah orangnya sama atau tidak. Jika tidak sama tidak ada masalah, namun jika orangnya sama dan TPS-nya berbeda, orang tersebut harus menggunakan hak pilihnya di salah satu TPS,” tambahnya.

KPU Kota Medan sendiri akan memberikan waktu selama tiga hari kepada petugas PPK untuk melakukan cek silang data yang ditemukan ganda tersebut.

“Ini masalah serius dan harus benar-benar dilakukan pengawasan untuk mengantisipasi kecurangan di dalam pelaksanaan Pilpres 2009 mendatang,” katanya.

Berdasarkan data yang diterima KPU Kota Medan terhitung tanggal 28 Mei 2009, jumlah pemilih tetap sebanyak 1.915.282 yang terbagi pada 3.277 TPS.

“Pemilih laki-laki sebanyak 946.649 dan pemilih perempuan sebanyak 968.633. Jumlah ini kemungkinan akan berkurang jika memang terdapat pemilih ganda, untuk itu kami akan terus melakukan pemeriksaan tentang DPT ini,” katanya. ***1***

(T.PSO-020/B/S015/S015) 03-06-2009 15:46:51

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment