Jakarta, 17/2 (ANTARA) - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi, menguat akibat masuknya Bank Indonesia (BI) ke pasar melakukan intervensi, sehingga mata uang Indonesia kembali menjauhi angka Rp12.000 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp11.850/11.950 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp11.900/11.975 atau naik 50 poin.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, mengatakan, kenaikan rupiah didukung oleh masuknya BI ke pasar dengan melepas cadangan dolarnya.
Selain itu, pelaku pasar juga berspekulasi melepas dolar AS untuk mencari untung meski aksi lepas itu tidakĀ besar, sehingga kenaikan rupiah tidak begitu besar, katanya.
Menurut Kostaman Thayib, rupiah seharusnya bisa bergerak naik lebih tinggi lagi, namun aktivitas perdagangan masih belum ramai, karena pelaku pasar menunggu isu positif dari pasar regional dan pasar Amerika Serikat tutup untuk hari libur umum (President Day).
“Kami memperkirakan rupiah akan kembali menguat, karena BI tetap berada di pasar mengawasi aktivitas perdagangan bank-bank asing yang bermain valas,” katanya.
Ia mengatakan, sejumlah analis memperkirakan rupiah pada semester pertama 2009 cenderung masih berada di atas angka Rp11.500 per dolar AS, namun pada semester berikutnya diharapkan akan dapat mencapai angka Rp11.000 per dolar.
Karena, pada semester kedua pelaksanaaan pemilihan umum yang berjalan lancar, dan masuknya dana asing ke pasar domestik akan mendorong pertumbuhan ekonomi membaik dan memicu rupiah menguat, katanya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik memperkirakan pada kuartal I 2009 kondisi bisnis terus memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Ini karena krisis ekonomi dunia semakin terasa di dalam negeri,” kata BPS.
BPS mengatakan penurunan kondisi bisnis diperkirakan akibat adanya penurunan permintaan dari luar negeri dan penurunan permintaan barang impor. Sementara kondisi yang terparah menurun, diperkirakan produk industri pengolahan.
Namun laporan tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap pergerakan rupiah, bahkan mata uang Indonesia menguat. Jadi tidak selamanya isu negatif yang muncul menekan mata uang lokal, tuturnya.
***2***
(T.C001/B/A026/B/A026) 17-02-2009 09:38:09
Popularity: 2% [?]