Jakarta, 17/2 (ANTARA) - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa sore melemah, tembus angka Rp12.000 per dolar AS, karena pelaku terus memburu dolar AS ditengah seretnya pasokan dolar ke pasar.
“Berkurangnya pasokan dolar setelah para investor asing menarik dananya yang diinvestasikan di dalam negeri mengakibat rupiah makin terpuruk tajam, karena pengamat pasar uang Edwin Sinaga di Jakarta, Selasa.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar turun tajam menjadi Rp12.010/12.050 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp11.900/11.975 atau melemah 110 poin.
Edwin Sinaga mengatakan, merosotnya rupiah terhadap dolar AS memang sangat dimungkinkan, karena hampir semua mata uang Asia juga terkoreksi.
“Kami memperkirakan rupiah akan terus melemah menjauhi angka Rp12.000 per dolar AS, apabila Bank Indonesia (BI) tidak segera masuk ke pasar melakukan intervensi,” katanya.
BI, menurut dia sebenarnya sudah melakukan berbagai kegiatan dalam upaya menjaga rupiah jangan sampai meliwati angka Rp12.000 per dolar.
Namun tekanan pasar yang terus meningkat dari hari ke hari mengakibatkan BI kewalahan juga sehingga cadangan devisanya semakin berkurang, ucapnya.
Rupiah, lanjut dia sebenarnya cukup sulit untuk mendekati angka Rp12.000 per dolar. Bahkan berkutet di kisaran antara Rp11.500 sampai Rp11.800 per dolar AS dalam waktu lama.
Namun makin kuatnya tekanan pasar mengakibatkan mata uang Indonesia akhirnya sampai ke level Rp12.000 per dolar, meski BI tidak menyukai rupiah berada di level itu, katanya.
Edwin mengatakan, rupiah diperkirakan akan terus terpuruk hingga jauh di atas angka batas psikologis Rp12.000 per dolar, namun untuk mengetahui lebih jelas maka lihat saja besok.
“Kami harapkan BI dapat mengatasi masalah ini, karena kalau didiamkan maka keterpurukan terhadap mata uang itu akan semakin jadi,” ucapnya. ***2***
(T.C001/
(T.C001/B/B012/B012) 17-02-2009 15:14:33
Popularity: 2% [?]