12 June 2009 Pukul 19:20 WIB

Print This Post

Medan, 12/6 (ANTARA) – Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) untuk 3.000 guru di Kota Medan yang tidak lulus portofolio tahun 2008 akan dilaksanakan bersamaan dengan peserta PLPG 2009.

“Kapan tanggal pastinya belum tahu, tapi kemungkinan September tahun ini,” kata Sekretaris Panitia Sertifikasi Guru Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Rudianto, di Medan, Jumat.

Menurut dia, informasi yang diperoleh menyebutkan dana penyelenggaraan PLPG yang mencapai Rp6 milyar sudah disiapkan dan tinggal menunggu revisi anggaran.

PLPG untuk para guru di Kota Medan akan dilaksanakan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Negeri Medan (Unimed) selama sembilan hari, setelah itu para peserta akan diuji lagi untuk menentukan kelulusan.

“Mengingat seluruh peserta berasal dari Medan, kemungkinan lokasi PLPG akan berada di Medan,” katanya.

Bagi para guru yang tidak lulus ujian, jelas Rudi, harus mengikuti proses ulang sertifikasi dari awal. Namun sebelumnya mereka yang tak lulus ujian pertama di PLPG masih diberi kesempatan mengikuti ujian ulangan.

Ia mengatakan, nama guru peserta PLPG di Unimed saat ini sudah terdata. Proses selanjutnya LPTK Unimed akan memanggil peserta melalui Dinas Pendidikan Kota Medan.

“Peserta PLPG tak harus melengkapi syarat lagi, mereka yang dipanggil bisa langsung mengikuti pendidikan,” katanya.

Pada kesempatan itu dia juga menegaskan bahwa peserta PLPG tidak dikutip biaya karena segala sesuatunya sudah ditanggung negara. ***3***
(T.PSO-019/C/R014/R014) 12-06-2009 17:08:08

Tags

 

2 Comments

  1. Nursal says:

    Kenapa harus sertifikasi, sedangkan guru sudah difungsionalkan. berarti guru diberikan tunjangan sesuai dengan jabatan fungsionalnya begitu juga dengan kenaikan jabatan dan fangkat berdasarkan angka kredit yang diperoleh. Kalau Pemerintah mau meningkatkan kesejahteraan Guru untuk mengejar kualitas pendidikan ke depan buat persyaratan untuk menjadi guru harus memilki minimal angka kredit sejumlah sekian baru dikeluarjan jabatan fungsionalnya, bukan seperti sekarang dipersulit dan diproyekan shg anggaran tidak tepat sasaran, Jadi Kapan Mau Maju Indonesia ?

  2. Muhammad Yani says:

    Diharapkan kinerja dinas pendidikan kota medan lebih maksimal, karena terlihat dari pelaksanaan sosialisasi dan jadwal maupun pelaksanaan untuk sertifikasi guru tahun 2008 masyarakat kota medan menilainya gagal total. Bagaimana mungkin bisa menghasilkan guru-guru yang profesional sementara DInas yang sebagai naungannya tidak profesional.

Leave a Comment