Clinton Kutuk Penggunaan Energi Sebagai Senjata Politik

Brussels, 7/3 (ANTARA/Reuters) - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Jumat, mengutuk penggunaan energi sebagai senjata politik, sehari setelah Rusia mengancam akan menghentikan pasokan gas ke Ukraina yang bisa mengganggu pasokan gas ke Eropa.

Krisis tampaknya bisa terhindarkan, Kamis, ketika perusahaan minyak Rusia Gazprom mengatakan bahwa Ukraina telah melakukan pembayaran, tetapi para pemimpin Eropa merasa terganggu oleh ancaman yang diungkapkan PM Rusia Vladimir Putin.

Clinton mengutuk invasi Rusia ke Georgia Agustus lalu, yang sudah mendekat ke lokasi jalur pipa energi utama ke Eropa, dan memperingatkan agar setiap negara tidak menggunakan energi sebagai senjata politik.

“Kami merasa terganggu dengan penggunaan energi sebagai alat intimidasi,” katanya dalam sebuah rapat dengar pendapat di Parlemen Eropa. “Kami kira hal itu bukanlah cara yang tepat dalam memperlakukan sistem energi.”
(Uu.SYS/B/B012/C/J006) 06-03-2009 19:09:32

Bookmark and Share

Artikel ini telah dibaca 2 kali.

Popularity: 2% [?]

Ditulis oleh ANTARA Sumut pada 7 March 2009 dan dikategorikan di Uncategorized. Kamu dapat mengikuti berita kami dengan masuk kedalam RSS 2.0. Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas melalui form dibawah ini

Tinggalkan Komentar