Medan, 29/12 (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut mengutuk serangan pesawat tempur F-16 Israel di Jalur Gaza sejak
Sabtu (27/12), yang telah menimbulkan 277 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Serangan itu merupakan upaya penghancuran massal dan membuktikan Israel tidak pernah menghormati nilai-nilai kemanusiaan, kata Sekretaris Umum MUI Sumut, Prof. DR. Hasan Bakti Nasution di Medan, Senin.
Menurut dia, tindakan Israel itu merupakan praktik pembunuhan massal terhadap warga sipil dengan mengatasnamakan negara.
Apapun alasan Israel sangat sulit diterima akal sehat karena
menggunakan senjata berat ke arah kerumunan warga sipil. Selain menewaskan orang dewasa, serangan tersebut juga menimbulkan korban di kalangan anak-anak dan wanita.
“Karenanya serangan Israel itu lebih keji dari aksi terorisme yang selama ini diperangi dunia internasional. Sayangnya tindakan keji itu tidak mendapatkan reaksi dari Amerika Serikat yang selama ini ‘memproklamirkan’ diri sebagai negara yang paling memerangi aksi teroris,” katanya.
Bahkan, menurut dia, AS terkesan menutup mata atas kekejaman Israel itu.
Lebih jauh ia mengatakan serangan sadis itu juga sekaligus membuktikan bahwa Israel tidak kooperatif dalam perdamaian dunia dan terlalu bangga dengan egosentris Yahudi-nya.
Demi membela egosentris Yahudi-nya itu, Israel rela melakukan apa saja termasuk melakukan pembunuhan massal dengan mengatasnamakan negara.
Namun Israel diragukan akan mendapatkan sanksi dari dunia internasional meski melakukan serangan yang lebih keji dan sadis dari teroris, katanya.
***7***
(T.PK-WAN/B/R014/C/R014) 29-12-2008 15:12:09
Popularity: 4% [?]
MUI seharusnya OBJEKTIF menilai persoalan, serangan teroris diarahkan pada NON COMBATAN (orang-orang yg tidak bersenjata) & TARGET-TARGET SIPIL yg tidak mampu bertahan atau menyerang balik. Sementara serangan Israel diarahkan ke pejuang Hamas yg bersenjata (COMBATAN), seharusnya MUI menghimbau kepada Hamas supaya Hamas tidak menjadikan wanita & anak-anak Palestina sebagai tameng, untuk menaikkan opini ke dunia internasional.