Resesi Global Buat Petani Karet “Menjerit”

Medan, 1/11 (ANTARA) - Petani karet di Sumatera Utara “menjerit” karena rendahnya nilai jual getah karet sebagai pengaruh resesi global yang diawali dari krisis keuangan di Amerika Serikat.

“Harga jual getah karet ‘terjun bebas’, dari sekitar Rp8 ribu per kilogram, menjadi Rp2-3 ribu per kilogram. Petani tidak dapat untung lagi,” kata petani karet di Desa Paolan, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, JH. Siregar (30) ketika dihubungi ANTARA dari Medan, Sabtu.

Menurut Siregar, krisis keuangan yang terjadi ternyata berpengaruh terhadap petani karet, karena harga jual getah menjadi turun dan tidak menguntungkan lagi.

Sebelum adanya krisis keuangan tersebut, harga jual getah karet berkisar Rp8 ribu per kilogram sehingga petani karet masih dapat meraih keuntungan.

Namun setelah adanya krisis keuangan itu, harga jual getah karet anjlok sehingga petani menjadi sulit mendapatkan keuntungan lagi.

Petani karet merasa “serba salah” dengan turunnya harga jual getah karet tersebut karena tidak diiringi dengan turunnya harga pupuk.

Dengan pupuk NPK seharga Rp500 ribu per goni, petani harus mengeluarkan dana ssebesar Rp2 juta untuk memupuki kebun karet seluas satu hektar.

Sementara itu, dengan tiga kali panen dalam satu minggu atau 12 kali dalam satu bulan dengan hasil sekitar 30 kilogram sekali panen, petani hanya mendapatkan uang Rp1,08 juta.

Di satu sisi, petani ingin terus berusaha tetapi hasil yang didapatkan tidak sesuai, bahkan tidak jarang petani merasa merugi, apalagi jika pohon karetnya masih muda.

Sedangkan di sisi lain, petani tidak mungkin menghentikan usaha perawatan pohon karetnya, apalagi mengganti pengolahan tanah dengan usaha lain.

Keresahan atas rendahnya nilai jual getah karet tersebut diyakini dirasakan juga hampir seluruh petani karet di Sumut. “Petani hanya berharap krisis keuangan yang sedang terjadi segera berakhir agar dapat memperoleh keuntungan lagi,” kata Siregar.

***2***

(T.PK-WAN/C/A026/C/A026) 01-11-2008 10:07:22)

Bookmark and Share

Artikel ini telah dibaca 20 kali.

Popularity: 4% [?]

Posted by Andri Aulia on Nov 1st, 2008 and filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply